Seserahan

Mungkin ini salah satu hal yang paling bikin semangat menjelang pernikahan. Apalagi calon manten perempuan, bisa belanja sesuai selera gratis tis tis… Hehehe

Tidak ada referensi yang mewajibkan daftar isi seserahan maupun jumlahnya harus berapa kotak, baik dari pihak keluarga laki-laki maupun perempuan. Jadi, berdasarkan surfing ke blog para bridezilla, inilah hasilnya. 

Kotak I (Perlengkapan Ibadah) 

  1. Mukena bahan sutra salmer – pasar tanah abang: 550.000
  2. Tasbih – Thamrin City : 20.000
  3. Al Qur’an “Golden” – Islamic Shop: 208.099

Kotak II (Perlengkapan Pesta & Kerja)

  1. Dress – Thamrin City : 250.000
  2. Kalung hias 2 – Thamrin City : 100.000 (tidak dipajang) 
  3. High heels & wallet “Urban n co” : Citra Land: 612.840
  4. Tas CK “KW” wkwkwk – Blok M: 215.000
  5. Casual blouse – Blok M: 70.000 (tidak dipajang) 
  6. Kemeja – Blok M : 70.000 (tidak dipajang) 
  7. Celana – Blok M: 150.000 (tidak dipajang) 
  8. Jam tangan “Alba” – Seiko hous Citraland: 538.000

Kotak III (Underwear)

  1. 3 pcs bra
  2. 3 pcs underwear
  3. 3 pcs lingerie (tidak dipajang)

Belanja di Pasar tanah abang, total: 300.000

Kotak IV (Perlengkapan Mandi) 

  1. Handuk “Terry Palmer” – Carefour Pluit Village: 69.900
  2. Shampoo “Tressemme” – Hypermart Daan Mogot: 22.250
  3. Sabun Cair Cream Strawberry – Guardian : 59.900
  4. Pasta gigi “Pepsodent Whitening” – Hypermart Daan Mogot: 15.600 (tidak dipajang) 
  5. Sikat gigi “Pepsodent” – Hypermart Daan Mogot : 10.550 (tidak dipajang) 
  6. Sikat Lidah “Formula” – Hypermart Daan Mogot: 7.675 (tidak dipajang) 
  7. Body lotion “Vaseline” – Carefour Pluit Village: 40.850

Kotak V (Kosmetik) 

  1. Facial wash “wardah” 
  2. Bedak & bb cream “wardah” 
  3. Eye Foundation “NYX” 
  4. Maskara “Wardah” 
  5. Lipstick & lip balm “wardah” 
  6. Eye shadow “wardah” 
  7. Make up remover “wardah” 
  8. Eyeliner liquid “Maybelline” 
  9. Body mist “enchaunter allure”- Carefour Pluit Village : 49.100

Belanja di Matahari Citraland, total: 651.300

Kotak VI 

  1.  Bedcover – Pluit Village : 600.000

Kotak VII

  1. Kue dan buah-buahan 

Total kerusakan untuk seserahan (exclude kue dan buah-buahan) : 4.651.064. Dan Alhamdulillah semuanya kami cicil dari dana pribadi, tidak menyusahkan orang tua masing-masing. Makanya jangan heran ketika ditanya berapa lama nyicil seserahan? Entahlah,  kami nyicil dari November 2015 hehehe

Ada banyak barang yang tidak dipajang, pertimbangannya karena mengurangi nilai estetika ketika dihias. Jadi kami memilih beberapa yang sekiranya pantas dipajang saja supaya tidak terlalu sesak juga di kotak seserahannya. Setelah barang terkumpul tinggal survei tempat untuk hias seserahan, yeay !!! 

Advertisements

Mahar

Dari dulu keinginan tentang mahar ini tidak berubah. Saya ingin logam mulia sebagai mahar saya, kalau untuk beratnya sesuai kemampuan calon suami saya, semakin besar, saya semakin senang hahaha. Walaupun sebenarnya, sebaik-baik perempuan adalah yang maharnya paling sedikit 😣

Kenapa tidak seperangkat alat shalat? Entahlah, seperangkat alat shalat sudah dimasukkan ke dalam list seserahan. Jadi, cukuplah saya pikir sebagai seserahan saja. Tanggungjawabnya juga besar untuk suami saya. 

Kenapa tidak perhiasan atau uang entah dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing? Sejujurnya saya tidak terlalu suka memakai perhiasan, tapi kalau dikasih sih suka banget 😛 Selain itu, saya sudah mengenakan kalung dari nenek saya, anting dari mamah, dan terakhir cincin dari calon suami. Kalau mata uang, rasanya ko sayang, uang sebanyak itu dihias khawatir lecek, rusak atau nanti dibongkarnya sayang(?) 

Jadilah akhirnya diputuskan kalau maharnya logam mulia seberat 25 gram (tipisnyeuuuuuu) yang kami beli bersama langsung dari Antam, nanti deh diposting pengalaman beli emas ke Antam. 

Nah, sekarang gimana nih ngehias maharnya? Browsing di instagram ko terlalu mainstream, rata-rata pakai kotak akrilik, cantik sih tapi terlalu biasa. Akhirnya nemu inspirasi di google, simple dan aku langsung suka. Pas bilang ke calon suami,  dia langsung setuju. Bahkan kami pun bahu membahu membuatnya. Ini dia penampakan karya kami berdua:

Pertama bikin dulu sketsanya, setelah selesai print di kertas HVS atau boleh kertas lain. Siapkan kardus atau karton tebal, sesuaikan kardus dengan ukuran frame. Gunting gambar kemudian tempelkan di kardus menggunakan lem kayu (yang warna putih itu loh, adanya cuma lem ini hahaha). Jangan lupa lubangi kardus untuk tempat logam mulia menggunakan cutter supaya lebih rapi. Sisipkan logam mulia di tempat yang dikehendaki, supaya lebih kokoh saya beri selotip di bagian belakangnya. Kemudian masukkan ke dalam frame, tadaaaaaa… Cukup puas lah dengan hasilnya, ya walaupun kombinasi warnanya menyesuaikan dengan bahan yang ada hahaha

Total kerusakan untuk mahar ini:

  1. Logam mulia 25 gram – beli di Antam: Rp 13.350.000
  2. Wooden frame – beli di Citra Land: 155.900

Wedding Rings

Bisa dikatakan kami terlalu terburu-buru dalam membeli cincin nikah. Sebenarnya sempat browsing tempat yang direkomendasikan para capeng di Jakarta, tapi entah kenapa tidak ada bayangan, males juga karena tempatnya jauh. Jadilah akhirnya kami membeli cincin di Rose Jewelery Pluit Village. Alasan utamanya karena tempatnya dekat tentu saja, di belakang kost saya, selain itu sedang ada promo anniversary Rose PV juga. 

Rincian cincinnya sebagai berikut:

  1. Cincin aku: emas 75% 2.35 gram + diamond 0.030/1 DR F VVS VG
  2. Cincin abang: emas 75% 2.90 gram + diamond 0.060/1 DR F VVS VG

Totalnya Rp 8.905.000

Seolah terhipnotis, kami langsung mengatakan “ya” ketika SPG Rose menawarkan beberapa jenis cincin nikah. Tidak ada cincin berbahan Palladium di Rose, Frank n Co atau toko di mall lainnya, malah mereka menawarkan Platina WOW! Padahal sudah ada perdebatan dalam hati, karena Islam melarang laki-laki memakai cincin emas. Tapi si SPG meyakinkan banyak ko muslim yang memakai cincin emas, bahkan dia sendiri juga cincinnya terbuat dari emas. Kegelisahan lainnya adalah awalnya kami berencana untuk membuat cincin custom tapi SPG Rose meyakinkanku lebih baik membeli cincin yang sudah ready untuk menghemat budget. Dan akhirnya dibungkuslah cincin nikah kami. Huft… 

Kelebihannya membeli cincin nikah di mall ini free service seumur hidup, free grafir nama atau tanggal nikah, dan sering dikabari kalau ada promo apapun. Tapi mahalnya yaampun… Dan sedihnya lagi, karena ini cincin promo, di sertifikatnya dicap tidak bisa direfund hiks. Memang sih siapa yang mau jual cincin kawin tapi kan setidaknya ingin ada jaminan kalau suatu saat kami ingin menjual bisa ke toko itu lagi. Tapi ternyata, yasudahlah… 

Setelah beberapa bulan kami memiliki cincin dari Rose, hati saya tetap tidak tenang, seolah sudah berbuat dosa. Kegelisahan tersebut saya bagi pada calon suami, akhirnya kami memutuskan untuk membeli baru cincin abang yang terbuat dari Palladium. Kami memesannya di Cikini Gold Center. Awalnya ketika survei pertama tidak ada keharusan minimal gramnya, tapi ketika kami order, kami diharuskan membeli minimal 5 gram cincin Palladium. Biaya cincin dan pembuatannya di CGC ini Rp 2.000.000. Pembuatannya memakan waktu sekitar sebulan. Sayangnya di sini hanya bisa grafir nama, dan tidak bisa ditambah tanggal nikah, karena nanti terlalu penuh katanya. Cincin Palladium ini tidak bersertifikat jadi tidak bisa dijual. 

Nah, buat para capeng, ada baiknya survei yang matang buat bikin cincin nikah, jangan sampai nyesel nantinya. Banyak ko blog capeng yang merekomendasikan tempat pembuatan cincin nikah dengan harga miring tapi kualitas seperti Frank n co atau Orori dll.