Aku Memilih Setia

5 tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku SMA, itulah pertama kali kami kenal melalui salah satu media social facebook. Dan seiring waktu berlalu singkat cerita ia pernah menjadi “orang yang berarti” untuk saya. Rentang waktu masa remaja saya habiskan bersamanya. Dengan catatan kami belum pernah bertemu.

Mungkin orang menganggap kami gila, aneh, atau semacamnya. Di tengah maraknya kejahatan yang bertopeng kenalan dari media social, saya malah menaruh kepercayaan terhadapnya, selama bertahun-tahun bahkan sampai saat ini. Saya malah dekat dengan kakak perempuannya, kadang-kadang kami suka menelepon, chatting, atau smsan. Dulu ketika ada sebuah acara di Universitas Indonesia, saya dan kakaknya berencana untuk bertemu, tapi batal karena sesuatu hal.

Siapa yang menyangka, setelah waktu yang panjang kedekatan kami sebagai orang asing terbayar oleh sebuah pertemuan di penghujung tahun 2013. Setelah sempat simpang siur, karena dia belum pernah berjalan ke Bandung sendirian, dan tidak terbiasa menaiki angkutan umum, terlebih parahnya lagi, dia merasa tidak enak dengan status saya yang sudah tidak sendiri. Setelah diskusi yang panjang, saya sudah ikhlas kalau pertemuan ini batal, Continue reading

Advertisements

Coretan yang Takkan Mampu Mencoret Namanya

Mungkin awalnya aku tidak akan pernah percaya ketika ada statement yang menyebutkan “Love is Blind”. Pada asumsiku semua orang akan memilih yang terbaik untuk kehidupannya, termasuk dalam hal cinta dan kekasih bahkan mungkin pendamping hidup. Sampai aku mengalaminya.
Continue reading

Remember When You and I are In Love

Apapun yang aku katakan, bagaimanapun aku menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggu kita mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna, bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya?
Tak ada sela yang harus kita isi.
Bukankah takdir kita sudah jelas?
Ketika ada kata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia.
“Aku mencintaimu”, mengertikah kita apa artinya?
Mengertikah kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas, kau dan aku, tahu itu.

March 10th, 2011…
November 12th, 2011…
“Dan rasa itu masih tetap sama”.