Review Buku Berteman Dengan Demam

Penulis: dr. Arifianto, Sp. A dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: KataDepan
Cetakan Pertama, September 2017
x+250 hlm, 14 x 20 cm
ISBN 979-602-6475-76-3

“Anak Sakit, Tak Perlu Panik” kalimat pembuka dari buku langsung memberikan rasa optimis dan penasaran bagi saya sebagai pembacanya. Menghadapi anak sakit, bukanlah hal yang mudah. Rasa khawatir orang tua sering kali berakhir dengan keputusan kurang tepat, anak harus dirawat di rumah sakit, misalnya. Padahal, kondisi anak ternyata tidak memerlukan perawatan.
Karena itu, saat membawa anak ke dokter, ada tiga pertanyaan yang harus terjawab: apa diagnosis anak (dalam bahasa medis), apa saja terapinya (tidak harus selalu berupa obat atau resepnya), dan apa saja kondisi kedaruratan yang harus membuatnya segera dibawa ke dokter?

Buku ini mengupas tentang Demam, Kejang Demam, Demam Berdarah Dengue, Demam Tifoid, Infeksi Saluran Napas, Infeksi Saluran Kemih, Alergi pada Anak, Seputar Bayi Baru Lahir, Diare dan Muntah, Asma.

Yang saya suka dari buku ini adalah penyajiannya yang detail, bahasanya yang mudah dimengerti, daftar pustaka yang ditampilkan dalam setiap bab sesuai bahasan, dan materi yang disampaikan sangat pro-RUM (Rational Use of Medicine). Buku ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan sebagai bentuk patient engagement yaitu keterlibatan pasien dalam sistem kesehatan terintegrasi demi kebaikan pasien itu sendiri.

Buku “Berteman dengan Demam” ini merupakan seri perdana dari tiga “Seri Sehat bersama Dokter Apin”. Mengupas tidak hanya pada penyakit sehari-hari, juga pada proses tumbuh-kembang anak, sampai ke isu-isu penting yang melibatkan anak seperti imunisasi dan penggunaan antibiotik.

Buku ini sangat layak dibaca oleh para orang tua atau semua orang yang terlibat dalam pengasuhan anak.

⭐⭐⭐⭐⭐

Advertisements

Memilih Susu Formula yang Cocok untuk Bayi diatas 1 Tahun

Berhubung Habibi sudah menginjak 11 bulan, mamak sudah mulai mencari informasi tentang susu formula. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan cairan Habibi pun meningkat, sedangkan asi cenderung konstan bahkan menurun produksinya. Dan entah harus senang atau sedih, Habibi lebih suka asi dibandingkan dengan air putih.

Mamak berencana saat Habibi menginjak usia satu tahun nanti, akan memakai susu formula sebagai selingan asi. Tapi walaupun begitu, mamak tidak mau asal dalam pemberiannya, setelah browsing, ternyata ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh susu formula follow up (susu formula yang bisa dikonsumsi bayi di atas 1 tahun) sesuai dengan codex alimentarius.

Berikut syarat-syaratnya:

1. Kandungan energi
Dalam penyajiannya yang sesuai dengan instruksi penggunaan, dalam 100 mL produk, harus mengandung minimal 60 kcal (or 250 kJ) dan maksimal 85 kcal (or 355 kJ).

2. Kandungan Gizi

2.1 Protein
2.1.1 Minimal 3 g per 100 kalori yang kualitas gizi proteinnya setara dengan kasein. Kualitas protein minimal 85% dari kasein dan maksimal 5.5 g per 100 kalori.

2.1.2 Asam amino esensial dapat ditambahkan hanya untuk menambah nilai gizi yaitu meningkatkan kualitas protein hanya dalam jumlah yang diperlukan. Dan hanya asam amino bentuk L yang harus digunakan.

2.2 Lemak
Minimal 3 g dan maksimal 6 g per 100 kalori.

2.3 Karbohidrat
Produk harus mengandung karbohidrat yang sesuai nutrisi yang diberikan kepada bayi di atas 1 tahun atau anak kecil dalam jumlah tertentu yang merujuk pada syarat kandungan energi di point 1.

2.4 Vitamin dan Mineral

Picture1Picture2Picture3

3. Bahan
Bahan harus dari susu sapi/binatang lain yang telah terbukti cocok dan memenuhi komposisi yang telah disebutkan di atas.

4. Persyaratan Kemurnian
Semua bahan harus bersih, berkualitas bagus, aman dan cocok untuk pencernaan bayi di atas 6 bulan. Selain itu harus sesuai kualitas persyaratan seperti warna, bau, dan rasa.

5. Senyawa vitamin dan Garam Mineral

Harus sesuai dengan Codex Alimentarius Commission (CAC/GL 10-1979).

6. Konsistensi dan Ukuran Partikel
Produk harus bebas dari gumpalan, dan partikel yang besar atau kasar.

7. Aditif Makanan atau Bahan Tambahan Pangan
Berikut adalah bahan aditif yang diperbolehkan:

Picture4Picture5

8. Kontaminan
Harus bebas dari sisa pestisida, dan antibiotik.

9. Hygiene
Produk harus bebas dari mikroorganisme patogen, tidak boleh mengandung zat yang berasal dari mikroorganisme dalam jumlah yang berbahaya untuk dikonsumsi dan tidak boleh mengandung racun atau zat merusak lainnya yang berbahaya untuk tubuh.

10. Pengemasan
Produk harus dikemas dalam wadah yang akan melindungi kualitas higienis dan kualitas makanan lainnya. Ketika dalam bentuk cair, produk harus dikemas dalam wadah tertutup rapat; nitrogen dan karbon dioksida dapat digunakan sebagai media pengepakan.
Wadah harus dibuat hanya dari zat yang aman dan cocok untuk tujuan penggunaannya.

11. Pengisian Wadah
11.1 Minimal 80% untuk berat yang kurang dari 150 g.
11.2 Minimal 85% untuk berat antara 150 – 250 g.
11.3 Minimal 90% untuk berat yang lebih dari 250 g.

12. Pelabelan
Mencatumkan nama makanan sesuai usia, sumber protein, dll, Daftar Bahan, Nilai nutrisi, Tanggal kadaluarsa dan instruksi penyimpanan, Instruksi pemakaian (termasuk peruntukan usianya).

 

Ribet ya? Pusing? Sama. PR selanjutnya adalah mencari susu formula yang memenuhi syarat tersebut atau minimal mendekati karena sepertinya jarang ada yang memenuhi semua syarat. cmiiw

 

Sumber:

CODEX STANDARD FOR FOLLOW-UP FORMULA
CODEX STAN 156-1987

Mencari Tahu Bakat Diri, Bekal Menjadi Ibu Produktif

Di NHW 7 Matrikulasi Institut Ibu Profesional, kami diajak untuk mengkonfirmasi potensi kekuatan dan kelemahan menggunakan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di http://www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ http://www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.

salah satu tools yang bisa dicoba adalah http://www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Bagi Anda yang ingin memakai fasilitas Free di temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini:

  1. Masuk ke http://www.temubakat.com
  2. Isi nama lengkap Anda dan isi nama organisasi: Ibu Profesional
  3. Jawab Questioner yang ada di sana, setelah itu download hasilnya
  4. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yang Anda rasakan selama ini.

Nah, berikut hasil temu bakat saya:

Picture1

Mari kita jabarkan, sesuai ga ya dengan yang saya rasakan selama ini?

1. AnalystPicture2

Saya tidak bisa mengkonfirmasi tentang hal yang satu ini, tapi saya memang menyukai ilmu pasti seperti matematika, tapi untuk analisis data, saya belum berkesempatan untuk mendalami lebih jauh hal tersebut.

2. CommanderPicture3

Mungkin pengaruh menjadi anak sulung, maka saya terbiasa mengambil tanggungjawab, saya terbiasa membagi tugas sesuai dengan peran dan kecakapan orang-orang di sekitar saya.

3. EducatorPicture4

Passion saya sepertinya memang mengajar, saya senang mendampingi anak belajar, sabar dan detail dalam menjelaskan sesuatu hal.

4. JournalistPicture5

Ini juga sesuai dengan kebiasaan saya. Dari dulu saya suka menulis diary, beranjak dewasa saya belajar menulis di blog, tapi tidak ada yng spesial.

5. StrategistPicture6

Dari SMA saya sudah terbiasa membuat mind mapping.

6. TreasuryPicture7

Saya suka mencatat daily expenses, tapi setelah menikah terkadang kurang konsisten.

7. VisionaryPicture8

Ya, terkadang saya stress dengan diri saya sendiri, merasa kurang rileks. Tapi saya memang mempersiapkan sedini mungkin untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan anak, impian bersama suami, bahkan dalam menentukan destinasi liburan pun, saya selalu membuat itenary. Kurang menantang, ya? 😀

Itu tadi potensi kekuatan saya, sekarang akan saya bahas potensi kelemahan saya:

1. Explorer

Picture9

Saya sulit menghubungkannya dengan kehidupan, maksudnya memberi contoh dalam kehidupan. Senang mempelajari latar belakang? Hmm… Apakah semacam stalking? Hahaha. Ini saya suka kok sebenarnya terlebih background para orang penting yang tercatat dalam sejarah.

 

2. Marketer

Picture10

Mungkin saya memang tidak cocok dalam hal ini, saya tidak menemukan alasan yang tepat.

3. Motivator

Picture11

Saya seorang yang good listener, tapi kadang suka susah untuk memberikan motivasi. Saya merasa kikuk jika menghadapi orang yang sedih. Khawatir membuat suasana tidak sesuai yang diharapkan dan lain-lain.

4. Producer

Picture12

Saya suka kok, membuat prakarya seperti DIY, Craft dan hal semacamnya tapi tidak ahli.

5. Safekeeper

Picture13

Hm, saya rasa semua wanita tepatnya semua ibu dilahirkan menjadi safekeeper, mereka super protektif soal keamanan buah hati mereka.

6. Seller

Picture14

Sejauh ini saya memang kurang konsisten dalam berbisnis melalui online shop, saya butuh tuntutan, makanya mungkin saya lebih cocok bekerja di ranah publik.

7. Server

Picture15

Saya bekerja di bidang jasa kesehatan, tapi entahlah, apakah itu berarti saya salah masuk jurusan? wkwk

 

Dari skema di atas, saya tidak berani membuat sebuah kesimpulan. Apakah selama ini saya menggeluti pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat? Semoga para pencari bakat menemukan passion mereka sebelum terlambat.

Pilih-Pilih Breastmilk Storage

Bagi para ibu yang aktif bekerja di ranah publik pasti sudah akrab dengan breastmilk storage, karena kebutuhan ASIP untuk si buah hati selama ditinggal bekerja. Tapi tak jarang ibu yang bekerja di ranah domestik pun sering menstock ASIP, walaupun bayinya tetap direct breastfeeding. Soalnya prinsipnya kan demand and supply, semakin sering kita mengosongkan payudara, maka akan semakin banyak ASI kita.

Nah, setelah dipumping, tentu jadi kewajiban para ibu nih untuk memilih breastmilk storage yang aman buat si buah hati.

Berikut breastmilk storage yang pernah saya pakai:

1. Botol ASI steril

Botol steril ini kapasitasnya 100mL. Harganya sekitar 8k/botol. Lumayan yaaa huhuhu

2. Botol bekas UC

Botol bekas? Yakin? Eits… Jangan parno dulu mak, sebelumnya pasti disterilisasi dulu dong. Jadi berhubung waktu itu di kantor ada acara, dan sebagai booster supaya tetap fit, para staff dibagikan minuman ini. Berlimpah ruah lah itu botol, daripada dibuang, mending tak ambil. Kapasitasnya bisa sampai +/- 140mL *cmiiw*

3. Breastmilk storage bag merk Gabag

Kapasitas wadah ini 100mL. Plastiknya tebal, jadi tidak bisa dipipihkan(?). Pengalaman bawa ASIP keluar kota menggunakan Gabag dalam wadah beras (upss) yang diberi aluminium foil. Aman banget, tidak ada yang cair. Padahal perjalanan sekitar 7 jam.

4. Breastmilk storage bag merk little baby

Ah, kusuka notenya.

This is not an ordinary milk, it is love

Kapasitasnya 120mL. Sedikit lebih tipis dari Gabag, tapi tetap aman.

5. Breastmilk storage bag merk MOMO

Kapasitasnya bisa sampai 230mL. Wow banget yaaaa. Tapi ini tipiiiiiiissss banget. Kalau untuk space freezer atau kulkasnya terbatas bisa jadi pilihan sih soalnya bisa dipipihkan. Tapi… Hiksss, ga berani merekomendasikan merk ini, karena pengalaman dari 30 bags, baru dipakai 5 dan 2 diantaranya bocor. Huaaaaaaa, padahal kehilangan setetes ASI saja, rasanya ga karu-karuan. Ini akeh, mak!

Pertimbangan saya memilih breastmilk storage ini:

1. Disesuaikan dengan kebutuhan ASIP bayi sekali minum.

Kalau bayi sekali minum 80mL, maka pilih yang 100mL, karena ASIP yang sudah dicairkan dan dihangatkan itu harus segera dihabiskan mak, tidak boleh disimpan lagi. Hati-hati basi, karena stabilitasnya pendek ya, mak.

2. Keamanan storage.

Sebenarnya yang paling aman pake botol ya, mak. Tapi sterilisasinya yang butuh perjuangan (kadang mamak malas, paksu juga #eh). Untuk anak tentu perlu diperhatikan hygienenya ya, jangan asal cuci.

3. Kapasitas lemari pendingin

Kebetulan saya pakai freezer khusus ASI jadi spacenya luas, bebas deh mau pake botol atau storage bag. Kalau yang spacenya terbatas, bisa pilih yang bisa dipipihkan.

4. Yang harganya manusiawi

Hahahaha mamak mamak teteuuup yaaa. Kalau ada yang murah tapi berkualitas, kenapa ngga? Tapi pengalaman beli Gabag, isi 30, harganya dari mulai 45.600 sekarang udah 58.900. Pesat yaaaa kenaikannya. Hmmm….

Itu breastmilk storage yang saya pilih, sebenarnya masih nyari lagi yang cocok, karena sekarang si bayi kalau mimik banyak sekali. Kalau mamak pakai storage yang mana?

Busui ikut Puasa?

Banyak pertanyaan seputar ibu menyusui yang ikut berpuasa. Bolehkah busui berpuasa? Amankah untuk bayi? Bagaimana supaya ASI tetap deras?

Awalnya juga saya ragu-ragu untuk ikut puasa, tapi saya mencoba sehari berpuasa dan ternyata Alhamdulillah kuat. Maka saya lanjutkan berpuasa. Pengalaman ketika hamil dulu yang Alhamdulillah bisa berpuasa sebulan penuh juga menambah optimisme saya.

Bolehkah busui berpuasa?

Jawabannya tentu boleh, dengan pertimbangan tidak membahayakan ibu dan si bayi.

Contoh berbahaya seperti apa jika busui berpuasa?

Sebenarnya yang dikhawatirkan adalah ibu dan si bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Pengalaman saya sendiri, beberapa kali di luar bulan Ramadhan, sempat mengalami pusing, mual, dan lemas setelah memompa/menyusui. Tapi Alhamdulillah jika diniatkan beribadah sambil tetap mengASIhi, Allah selalu memberi jalan.

Bagaimana supaya ASI tetap deras walaupun sedang berpuasa?

Saya sendiri sebenarnya tidak ada treatment khusus, hanya beberapa hal yang saya terapkan:

1. Minum air putih yang cukup

Saya berusaha untuk minum air putih minimal 2L sehari. Saya menyediakan botol minum berukuran 2L yang bisa membantu mengontrol asupan cairan yang diminum.

2. Makan makanan yang bergizi

Ini jelas penting, selain jumlah ASI, perhatikan juga kualitas ASI kita ya, bun. Karena apa yang kita makan akan mengalir ke bayi kita juga. Saya selama bulan puasa ini biasanya memakan sayuran berkuah seperti sop, untuk dessert bisa berupa kolak, saya juga mengkonsumsi buah-buahan. Seringnya sih pisang, murmer dan menunda rasa lapar hehehe. Tidak lupa juga saya mengkonsumsi susu.

3. Istirahat yang cukup

Untuk menjaga kesehatan perlu istirahat yang cukup. Istirahat yang cukup juga bisa membantu kita mengontrol emosi.

4. Makan kurma

Banyak yang menyarankan untuk minum air nabeez selama berpuasa, yakni jus kurma dicampur dengan susu. Tapi karena masih pro kontra, saya hanya mengkonsumsi buah kurmanya langsung. Makan kurma ketika ifthar kan sunnah ya? 😊

5. Rileks, jangan stress!

Ketika kita rileks, maka tubuh akan mengeluarkan oksitosin yang membantu melancarkan ASI. Jadi kalau bunda aktif di ranah publik dan pekerjaan rumah menumpuk, rileks, kerjakan once bite a time, nanti juga beres, jangan keburu stress. Hehehe.

Hindari juga permasalahan yang membuat bunda kesal, tolerir suatu masalah jika memang masih bisa ditolerir. Bunda yang terlalu perfectionist biasanya akan lebih mudah stress, turunkan standar dan rileks bun.

6. Pumping

Walaupun sedang berpuasa, tetap pumping ya bun. Karena prinsipnya supply and demand, maka semakin sering kita mengosongkan payudara, maka tubuh akan memerintahkan untuk mensupply asi lebih banyak.

7. Minta dukungan dari suami dan keluarga

Suami bisa mendukung dengan melakukan pijat oksitosin untuk melancarkan ASI. Memberikan support secara verbal, seperti memuji istri untuk membuat hatinya bahagia. Mengajaknya berjalan-jalan atau liburan untuk menghilangkan kejenuhan.

Intinya, kita harus bahagia, ya, bun! Semoga bermanfaat!

Milestone : Habibi 2 Months

Alhamdulillah, makin tambah gede kamu, nak! Sudah 2 bulan. Tapi banyak yang menyangka kalo Habibi lebih dari 2 bulan gara-gara badannya yang bombom. Sebenarnya ga gede gede banget sih badannya tapi pipinya itu loh wkwkwk

Tanggal 15 September tepat 2 bulan usia Habibi, ada imunisasi, dan pertumbuhan fisiknya pesat sekali.

Berat badan: 5.2 kg

Tinggi badan: 57 cm

Naik 1.2 kg, padahal pas pertama lahir ke bulan pertama cuma naik 8 ons hihihi Ibu senang kalau pertumbuhanmu lancar, sayang !

Di bulan kedua ini Habibi sempat ga pup selama seminggu, parno dong ibu, apalagi orang-orang menyalahkan ibu, menyangka ibu tidak menjaga pola makan makanya berimbas ke kamu. Makin merasa bersalahlah ibu, maaf kalau ibu salah ya, nak!

Tapi setelah menggali informasi, ternyata anak ASI wajar kalau ga pup selama 12 hari, beda dengan anak yang sudah diberi sufor, dia harus pup tia hari. Kalau yang hanya diberi ASI berarti tubuhnya menyerap terlalu banyak cairan sehingga tidak ada ampas yang dibuang, karena ASI memang sangat mudah dicerna oleh tubuh, makanya bayi selalu lapar terus.

Selain ga pup selama seminggu, tapi kadang sehari sekali, sehari dua kali, masih belum konsisten pupnya. Tapi konsistensi pupnya udah mulai solid, lembek gitu lah.

Bagaimana milestone nya ? Yuk, kita cek !

1. Cooing

Kata mpa dan mamah, hal ini yang akan sangat mereka rindukan dari Habibi, suara helang katanya. Jadi habibi tiba-tiba teriak dengan suara yang melengking tapi lucu.

2. Mata mengikuti benda yang bergerak di depannya

Iya kaya kalo lagi dikipasin pake kipas tangan, matanya sampe ga ngedip liatin kipas, trus kaya kehipnotis sampe tidur hihi

3. Mengenali tangannya

Si anak bayik udah mulai ngemot tangan, peer emaknya nih buat rajin cekiceki kuku jarinya.

4. Mengangkat kepala sebentar sebentar

Ah, kalo lagi tummy time posisi kepalanya di bahu ibunya, kepala diangkat terus.

5. Senyum dan tertawa

Sekarang kalau ada orang senyum di depannya aja dia suka ikut senyum. Kalau diajak ngobrol bahkan sampe ketawa-ketawa. Sukaaaaa… Sing uranyeh nya, nak ! Biar banyak yang suka 😘

6. Mengangkat kepala 45 derajat

Biasanya kalau lagi mandi, pas ditengkurepin kepalanya ngangkat ngangkat. Sama kalau tummy time di kasur. Bahkan bok*ngnya juga ikutan ngangkat hahaha

7. Membuat gerakan halus

Kaki sama tangannya gamau diem, nendang yang bisa ditendang, mukul yang bisa dipukul. Aktif banget, makanya badannya ngisi kaya yang suka fitnes 😝

8. Mengangkat kepala lebih lama

Ga pernah ngitung berapa lama durasinya sih tapi yang pasti dia emang udah jago ngangkat kepala kalau lagi mood.

9. Mengangkat kaki

Iya, kakinya kalau ga ditendang-tendangin, diangkat terus diem di udara kaya lagi plang terbalik hahaha

10. Memutar kepala dan bahu saat tengkurap

Dia udah bisa. Pokonya nengok kanan kiri terus, baru pas udah kecapean dia kepalanya jatuh lurus dan engap baru nangis minta digendong hahaha

Selalu takjub oleh setiap perkembangannya. Ibu ga sabar buat baca buku bareng kamu, nak ! Cepet bisa jalan, nanti kita ajak ayah naik gunung! ❤❤❤

Selamat 2 bulan, anakku sayang !

Demam setelah diimunisasi DPT/HB1

Milestones: Habibi 1 Month

Time flies, ga kerasa Habibi udah 1 bulan. Alhamdulillah. Masa 1 bulan ini penuh haru biru suka duka banget buat si ibu newbie. Masa-masa insomnia. Masa-masa long distance marriage. Anaknya apik banget, pipis-nangis-minta netek-bobo, pup-nangis-minta netek-bobo. Siklusnya selalu seperti itu.

Alhamdulillah selama 1 bulan ini Habibi ga rewel. Umur 3 hari dia udah melakukan perjalanan jauh dari Jakarta ke Majalengka hihi. Setelah diimunisasi pun dia ga demam atau rewel. Paling seringnya Habibi minta netek bisa lama banget, sampe kadang ibunya kewalahan. Ketiduran pas mengASIhi, kesemutan, sakit punggung, puting lecet, sampe susah bangun buat mindahin Habibi pas tidur abis netek. Seru deh pokoknya!

Nah, milestone bayi 1 bulan berdasarkan buku KIA dan referensi dari internet itu sebagai berikut:

1. Menatap ke ibu
Habibi baru lihat ke ibunya menjelang usia 1 bulan ini, itu juga kalau lagi netek dan jarang. Seringnya cuek bebek aja.

2. Mengeluarkan suara “oooo” / “aaaaa”

Belum terlalu jelas sih bilang ooo atau aaa nya, tapi udah mulai “alewoh” sendiri.

3. Menggerakan kaki dan tangan secara aktif

Ini bener banget, pas ganti celana nendang-nendang, pas netek kalau udah kenyang tangannya suka dorong ibunya. Atau kalau ditidurin kaki sama tangannya gamau diem.

4. Kepala menoleh ke kanan dan ke kiri

Kalau mau disun pasti dia menoleh ke kanan dan ke kiri, gamau disun wkwk. Kalau lagi ditidurin juga gamau diem noleh noleh terus.

5. Bereaksi terhadap bunyi

Belum terlalu bereaksi sih kayanya. Kalau lagi anteng, ibunya tepuk tangan dia ga nyari sumber suaranya. Tapi kalau lagi rewel, terus dinyanyiin shalawat nariyah seringnya langsung diem dan anteng.

6. Bisa melihat pola hitam putih

Habibi suka banget liatin pintu sama lemari yang warnanya coklat. Sampe ga ngedip-ngedip, fokus banget dan lama.

7. Tersenyum dan tertawa

Habibi pertama kali senyum itu usia 1 minggu. Tapi bukan karena ngerespon orang, dia senyum sendiri tanpa sebab (seringnya smirking hahaha). Tapi belakangan kalau opanya lagi ngajak dia ngobrol, Habibi suka mulai senyum. Habibi mulai tertawa pas masuk usia 4 minggu. Tapi jarang.

8. Mengangkat kepala

Kalau lagi mandi, ditengkurepin pasti dia ngangkat kepalanya. Atau kalau lagi ditimang juga kadang kepalanya ngangkat sampe bikin kaget takut jatuh. Pas dibedong juga dia suka ngangkat kepala karena ga betah jadi gerak kaya duyung xoxo

Perkembangan lainnya, Habibi suka mainin ludah dari usia 1 hari, mungkin lapar kali ya karena ASI baru keluar di hari ke-3. Udah mulai suka ngemutin sarung tangannya, pegangan ke ember kalau lagi ditengkurepin pas mandi atau pas netek, bisa mimik ASI pake sendok.

Untuk perkembangan fisiknya, tepat 30 hari diimunisasi di posyandu.

Berat badannya: 4 kg

Tinggi badannya: 50 cm

Alhamdulillah ‘ala Kulli Hal. Selamat satu bulan ya, anakku sayang! Semoga Habibi sehat terus 😘