Senam Hamil

Berhubung kehamilan sudah mencapai usia 32 minggu, saya penasaran untuk ikut senam hamil. Semacam boosting kepercayaan diri buat melahirkan nanti.

Saya ikut senam hamil di RS Hermina Daan Mogot.

Jadwal senamnya:

  1. Senin jam 16.00-17.00
  2. Rabu jam 16.00-17.00
  3. Sabtu dibuka 3 sesi:
  • Jam 11.00-12.00 (sesi 1)
  • Jam 12.00-13.00 (sesi 2)
  • Jam 13.00-14.00 (sesi 3) 

    Sehari sebelumnya saya booking via whatsapp (bisa juga booking via telp). Caranya:

    Untuk harga, kalau pasiennya dari dokter hermina biaya senamnya 15 ribu, kalau dari dokter luar 25 ribu. Kebetulan dulu pertama kali usg untuk menentukan hamil atau tidaknya saya cek ke RS Hermina, jadi data saya terecord sebagai pasien di sana. 

    Saya datang 15 menit sebelum jam 16.00. Pertama saya konfirmasi pendaftaran di lantai 2, setelah itu melakukan pembayaran ke kasir (ada di sebelah loket pendaftaran tadi). Setelah beres, saya langsung naik ke lantai 5 menuju ruang serbaguna. Ruangannya luas dan nyaman. 

    Ketika saya datang, sedang ada rapat internal para perawat, dan mereka langsung bubar. *huhuhu maaf mengganggu* 

    Kemudian saya dipersilakan mengisi form daftar hadir sambil menunggu yang lain datang. Setelah dikonfirmasi oleh perawatnya, ternyata peserta senam hamil hari itu hanya saya. Wow! Berasa private! Menurut susternya, hal tersebut kemungkinan para ibu hamil masih belum tahu informasi senam hamil setiap Senin dan Rabu kembali dibuka setelah beberapa bulan vakum dikarenakan ada akreditasi Rumah Sakit. 

    Akhirnya setelah 9 menit menunggu, kami langsung memulai senam. Saya ditemani bidan Yohanah. Senam di RS Hermina ini, menggunakan metode Yopita (Yoga, Pilates, dan Hypnotherapy Taichi). Gerakannya kebanyakan melatih pernafasan, gerakan-gerakan supaya badan tidak kaku dan rileks, melenturkan otot vagina dan paha, kemudian diakhiri dengan relaksasi. 

    Senangnya senam sendirian ini, instruktur jadi fokus sama gerakan kita, tapi ga enaknya, ga ada temen sharing, terlalu khusyuk senam tapi tetep ga hafal gerakannya hahahaha

    Ketika relaksasi, kita disuruh tidur dengan mengosongkan pikiran, harus benar-benar rileks, ditemani musik klasik, lampu dipadamkan, baru boleh bangun kalau badan keram, dan kata bidannya, saya yang paling sukses dalam relaksasi, ketika yang lain 2 menit sudah langsung keram, saya 25 menit tertidur pulas tanpa keram (karena emang kurang tidur dan capek abis windows shopping) hahahaha

    Saya dibangunkan karena abang suami sudah datang menjemput, sedikit sharing (ini bentar banget aslinya, mungkin karena waktunya mepet atau saya yang terlalu lama ketiduran). Intinya suami harus selalu mensupport istri, kami harus yakin bisa melakukan gentle birth walaupun anak pertama. Dan ketika memasuki minggu ke-37, suami diperbolehkan melakukan induksi alami yakni dengan melakukan hubungan seks, karena cairan sperma ternyata melenturkan otot rahim sehingga si janin akan mudah melalui jalan lahir. (Jelas ini yang ditunggu suami hihihi) 

    Walaupun tidak sesuai ekspektasi awal setelah surfing ke blog mommies yang sharing tentang pengalamannya, tapi pengen ikutan lagi senam hamil. Walaupun bisa mengikuti instruksi di youtube, tapi mengikuti aktivitasnya langsung face to face jauh lebih menyenangkan. 

    Advertisements

    2 Comments

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s