Should I Buy Your Time

Bagiku, tidak pernah ada perjalanan yang terlalu panjang, bersamamu. Empat tahun berlalu, dan puluhan tahun yang akan datang pun, aku masih sanggup menghabiskannya bersamamu.

Selama tiga tahun kita terpisah oleh jarak, aku tak pernah kesulitan untuk selalu jatuh cinta berulang-ulang kali kepadamu. Kamu tak perlu bertanya, apa yang membuat aku jatuh cinta sedemikian hingga kepadamu. Perhatianmu, luapan kasih sayangmu, your precious time, aku mendapatkannya lebih dari siapapun kala itu.

Tapi mungkin, aku terbiasa terlalu dimanjakan oleh perhatianmu. Sehingga kini, ketika waktumu tersita oleh profesimu, aku merasa cintaku tumbuh dengan prematur. Aku merasa perasaanku tak seutuh dulu. Aku lupa caranya bersyukur ketika dirimu begitu nyata di depanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s