Cara Asyik Menikmati Kopi di The Reading Room

Ketika ada yang berkata “Jika peluru hanya menembus satu kepala, maka tulisan bisa menembus jutaan kepala” faktanya itu adalah benar. Dan aku adalah salah satu korban yang tertarik untuk berkunjung karena tulisan yang mengulas tentang The Reading Room.

Pagi-pagi langsung ngechat temen SMA dulu, namanya Nursita sari. Nur sebenarnya lagi sibuk skripsi tapi pas aku ajak ke The Reading Room dia juga excited setelah melihat reviewnya di Zomato, asyiiikkk! Sekalian reuni hampir 4 tahun ga ketemu. Sorenya langsung deh ketemuan di The Reading Room.

image

The Reading Room ini merupakan sebuah library cafe di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan. Perjuangan banget untuk bisa sampai sini, dari Utara ke Selatan hahaha. Aku menggunakan transjakarta Pluit-Pinangranti dan turun di halte Kuningan Barat terus dilanjutkan dengan naik gojek ke arah Mampang. Lokasinya dekat dengan kantor gojek Kemang Timur. Macet… cet… cet… cet…

image

The Reading Room dari luar

Akhirnya setelah drama yang cukup panjang dengan abang gojek, aku sampai di Reading Room. Nur sudah menunggu di depan cafenya. Maaf ya.

Cafe ini terdiri dari dua lantai, dan ketika masuk mata kita langsung dimanjakan oleh deretan buku. Berkeliling sebentar di lantai satu, kemudian kami langsung naik ke lantai dua. Ternyata lantai dua jauh lebih kece. Cafenya didesign seperti bar, menunya juga beragam, dari Indonesian foods, western, snacks, soft drink sampai beragam jenis cocktail ada. Harganya bervariasi, pokoknya worthed lah sama suasananya.

image

Lantai 1

Kami duduk di dekat jendela, jadi bisa menyaksikan pemandangan di luar, walaupun ga bisa lihat sunset karena bangunannya menghadap ke timur :p Aku memesan coffee cappuccino tadinya mau pesen hot chocholate tapi tergoda lihat art kopi cappuccino di menunya, eh ternyata art kopinya ga sesuai dengan di fotošŸ˜¦ sedangkan Nur memesan ice coffee latte. Bernostalgia, foto-foto, minum kopi sambil lihat-lihat buku. Sukaaaaa..

image

Lantai 2

Niatnya sih mau ngerjain tugas handbook dari sekolah TOEFL tapi berhubung momentnya nostalgia, ga jadi deh. Orang-orang yang berkunjung di sini juga rata-rata mereka dikelilingi laptop dan perlatan ATK lainnya. Kita datang di sore hari makanya pengunjungnya ga terlalu ramai. Tapi karena waktunya salah jadi kita ga terlalu lama di sini, setelah adzan berkumandang, kami pun melipir ke mesjid Jami Nurul Huda yang bisa ditempuh berjalan kaki dari cafe.

image

Betapa rileksnya keluar sejenak dari zona nyaman, menikmati wangi buku, harum kopi, dan juga ditemani partner yang asyik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s