Job Seeking

Bagi para fresh graduate mungkin job seeking menjadi dilemma. Bekerja sesuai passion, beban kerja tidak terlalu berat, dan gajinya besar, siapa yang tidak mau? Semua orang pasti berharap demikian.

Dilemma tersebut juga akhirnya aku rasakan. Kebanyakan dari teman-teman sangat antusias untuk mengirimkan lamaran ke sana dan kemari. Berbeda denganku, aku hanya mengapply lamaran ke tempat yang memang sedang membutuhkan. Browsing di internet, banyak sekali lowongan kerja tapi kebanyakan tidak sesuai dengan hati. Akhirnya hanya berbekal informasi loker dari group angkatan, status job seeker pun dimulai.

  1. F-Ciputat, Tangsel. Data di internet tentang klinik tersebut masih sangat kurang bahkan tidak ada. Aku memutuskan untuk melamar ke sana hanya dengan alasan, ada beberapa kakak tingkat yang juga bekerja di sana, aku berharap di samping bekerja, aku juga bisa lebih meningkatkan kualitas diri dan kepribadianku jika bersama mereka. Aku mengirimkan berkas lamaran dan persyaratan lainnya melalui email. Sekitar beberapa hari kemudian aku dipanggil untuk interview. Yang menarik adalah interview dilakukan secara informal yakni dilakukan di Yoghurt Cisangkuy, Bandung, bahkan aku ditraktir. WOW!Hanya ada tiga orang yang juga diinterview. Ketika review jawaban interview waktu itu rasanya pengen ngakak, fresh graduate yang masih polos, menjawab jujur dan samasekali tidak ada compliment ke target perusahaan.

    Ketika ditanya kenapa ingin bergabung dengan kami? Aku menjawab karena lokasinya. Mbake menjawab karena ingin membahagiakan orang tua hahahaha.

    Tapi dari tiga orang yang diseleksi akhirnya, aku dan mbake lolos dengan catatan pertimbangkan kembali karena lab tempat kami bergabung masih sangat berkembang jadi harus tahan mental dan fisik. Setelah diumumkan bahwa kami lolos ternyata beberapa hari kemudian kami ditelpon dan dikabarkan bahwa lab tersebut akan direnovasi jadi kami harus menunggu selama tiga bulan. Ah…

  2. P-Kramat, Jakarta Pusat. Perusahaan ini merupakan salah satu laboratorium klinik terbesar di Indonesia dengan anak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Lamaran aku kirimkan via email. No response.
  3. P-Pluit, Jakarta Utara. Laboratorium klinik ini merupakan cabang dari P yang di Kramat. Aku mengirimkan lamaran serta persyaratan lain via pos berdasarkan informasi dari grup angkatan. Berikut rincian kegiatan bersama labklin P di Pluit ini:

  • 25 Agustus 2014 Interview oleh branch manager P di Pluit.
  • 26 Agustus 2014 Interview oleh SDM di Kramat.
  • 30 Agustus 2014 Psikotes di Kramat
  • 10 September 2014 Medical Check Up di Kramat
  • 17 September 2014 Dapet kabar dari SDM ditawarkan untuk ditempatkan di Cikarang, tapi aku tolak.
  • 29 September 2014 ditelpon lagi oleh SDM untuk mengisi kekosongan karena cuti hamil di Kebayoran (itungannya OJT di Kebayoran nanti setelah diangkat jadi karyawan tetap baru pindah ke Pluit.) Tapi aku tolak juga dengan pertimbangan dari orang tua katanya ribet nanti urusan kosannya. Yasudahlah manut saja.
  • Proses menunggu. Jadi aku tidak langsung ditempatkan di Pluit karena ada proses mutasi yang dari Pluit pindah ke Bogor, yang dari Bogor pindah ke Tasikmalaya, jadi serba menunggu.
  • 27 Februari 2015 dipanggil oleh SDM untuk ditempatkan di Pluit tanggal 2 Maret 2015.
  • 28 Februari 2015 datang ke kramat dan dikabarkan waktu masuk diundur minggu depan.
  • 02 Maret 2015 interview lagi dengan branch manager dan kepala operasi di pluit.
  • 09 Maret 2015 resmi OJT di Pluit. Finally.
  1. K-Dramaga, Bogor. Sebuah rumah sakit swasta yang merupakan anak cabang dari K-Bogor. Lamaran dikirim via pos, waktunya berbarengan dengan P- Pluit. Baru dipanggil untuk interview bulan Maret 2015. Tapi tidak aku ambil.
  2. L-Kab. Bogor Barat. Merupakan sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah. 2 bulan bekerja di sana kemudian keluar.
  3. A-Kab. Bogor Barat. Sebuah klinik bersalin yang masih dirintis menjadi rumah sakit bersalin swasta. Aku double job. Jadi bekerja di sini ketika bekerja di RS L juga. Pemimpinnya luar biasa bijak, waktu kerjaku fleksibel mengikuti jadwal RS L. orang-orangnya juga ramah walaupun pada kesan pertama aku disebut slonongboy karena ga mengucapkan salam hahaha. ah, I miss you all. Di tempat ini aku banyak belajar, melihat mikroskop tanpa ngeceng (dulu aku make mikroskop dengan satu mata dan itu melelahkan) dan juga jadi lancar sampling orang dewasa maupun anak kecil.
  4. K-Cilegon, Banten. Rumah sakit BUMN. Aku dipanggil interview dan tes tulis ketika masih orientasi di RS L. Aku datang dan berharap masuk di sini. Tapi ternyata dari 5 orang yang mengikuti seleksi tidak ada satu orang pun yang lolos. Kami yang kurang kompeten atau standar rumah sakitnya yang terlalu tinggi ya? Duh, my pride rasanya terkoyak-koyak hahaha.

Demikianlah cerita job seekingku, tidak terlalu menantang ya, hanya banyak menunggu dan menunggu. Akhirnya di sinilah aku, di P-Pluit. Good Luck, Riska!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s