Seollal (Soul of Seoul) Korean Festival

Hari ini aku menghabiskan waktu bersama abang. Sebenarnya abang bermaksud untuk mengembalikan charger dan power bank aku yang tertinggal di rumahnya. Tapi rasanya sayang sekali apabila pertemuan kami yang minim berlalu begitu singkat. Maka kami pun berencana untuk datang pada sebuah acara Korean festival.

Aku menjemput abang di stasiun Bogor. Agak lama menunggu bahkan sempat dimintai tolong untuk mengambil foto oleh seorang ibu-ibu gaul, jadi ceritanya beliau sedang menunggu sampai ketiduran di stasiun, terus fotonya beliau update di bbm. Duuhh… ibu speak banget deh, kenapa aku ga ikutan juga ya? Hahaha.

Ketika gerombolan orang berbondong-bondong antri untuk keluar, aku pun dengan sigap berdiri sambil memasang mata dengan cermat mencari sosok yang sangat aku rindukan. Setelah semua orang keluar, tidak ada abang, aku pun mengiriminya sebuah pesan bbm. Ternyata abang masih di stasiun Depok, aku pun kembali lesehan bersama orang-orang yang juga sedang menunggu di sana. Tidak lama, abang bilang dia sudah tiba di stasiun, lebih dari lima menit aku memasang mata, sosok abang masih belum bisa aku temukan, tiba-tiba ada seseorang bertopi menyenggol tanganku dari sebelah kanan. Aku kaget hampir berteriak. What?!!! Ternyata abang. Ganteng banget sih pacarku. Padahal sedari tadi aku memasang mata dan abang dengan mudahnya lolos dari pandangan mataku? Dia hanya terkekeh melihat aku kesal bercampur senang, rasanya kalau tidak ada orang di sana, aku ingin langsung berhambur ke pelukannya.

Kami segera keluar sambil bergandengan tangan. Banyak yang berubah di stasiun menurut abang. Kami mencari angkot 07 untuk menuju GOR Pajajaran melewati jembatan penyebrangan dan ngetem agak lama. Sesampainya di GOR, sepi. Kami belok kiri ke arah perpustakaan umum Kota Bogor. Ada beberapa orang yang juga kebingungan seperti kami. Sempat agak shock ketika abang berkata “Lain kali jangan ajak ane ke acara beginian dah, ane ga suka. Pasti banyak ceweknya, kalau ada cowok juga, cowok ga jelas.” Rasanya jleb banget. Lidah aku bahkan terkunci, tak mampu menanggapi perkataan abang. Abang memaksa gamau masuk ke ruangan, aku bingung harus bagaimana, tapi aku tetap keukeuh pengen masuk. Maka kami pun membayar tiket on the spot Rp 25.000,- per orang dan mendapat tiket masuk, sebuah kertas berisi gambar boyband korea yang entah siapa, dan kupon diskon. Ketika di pintu masuk tangan kami dicap dan diberi balon yang entah untuk apa. Memasuki area festival, terdengar suara bising dari tape, memutar lagu korea yang dipakai untuk dance.

Suasananya tidak seramai dan seseru yang aku bayangkan. Acara ini didominasi oleh dance competition, di tempat photobooth hanya ada 2 helai hanbok wanita, tidak ada untuk laki-laki, padahal sebelumnya aku sudah berniat untuk melakukan photo session bersama abang menggunakan hanbook, bahkan aku sudah memikirkan beragam pose yang akan dilakukan. Pameran makanan hanya menampilkan kurang dari lima jenis makanan. Bazar pun tidak kalah sepinya, hanya ada satu stand menawarkan baju, kipas tangan dan pernak pernik seperti gantungan kunci bergambar boyband korea. Acara Seollal (Soul of Seoul) Korean festival ini kontan membuat kami kecewa dan tidak berapa lama setelah kami masuk, kami pun beranjak dari acara tersebut. Uang senilai Rp 25.000,- tadi digunakan hanya untuk melihat pusar dari para dancer yang ikut  kompetisi,  kata abang.

Menghabiskan waktu sebentar untuk foto-foto di area GOR tersebut dan berdiskusi menentukan destinasi kami selanjutnya. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke kebun raya bogor. Kami bertanya angkutan umum apa yang melewati area KRB, katanya ada yang dua kali naik angkot tapi ada juga yang sekali. Berhubung dikejar waktu kami memilih jalur yang sekali naik angkot walalupun harus jalan sebentar ke belakang stadion. Ternyata kami malah nyasar, berputar-putar di area tersebut, dan kembali ke titik awal hahaha. Kemudian kami langsung naik 07 tanpa tahu akan dibawa kemana. Ternyata angkot ini lewat ke KRB juga walaupun hanya sampai pertigaan dan harus berjalan sebentar menuju pintu dua KRB. Kami berjalan kaki dan menemukan istana presiden, kami tidak tahu kapan akan ke sini lagi, oleh karena itu kami menyempatkan diri untuk berfoto berlatarkan plang istana presiden.

Setelah sampai di pintu masuk KRB, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu, abang makan soto mie dan aku makan mie ayam seharga Rp 8.000,- :p Beres makan, langit hitam meneduhi kepala kami, waktu pun begitu cepat berlalu. Akhirnya kami batal masuk KRB dan mencari mushola. Kami terus berjalan lurus sampai akhirnya menemukan pertigaan dekat butik sahira dan shalat di masjid yang berada di sekitar sana. Mesjidnya nyaman sekali sayangnya sepi. Kemudian kami langsung naik 02 dan ternyata jarak dari sana ke stasiun hanya beberapa meter. Aturan tadi ga perlu naik angkot ya, cukup jalan kaki. Lumayan tuh Rp 3.000,- :p

Aku dan abang pun berpisah di stasiun Bogor. Hari yang sangat singkat. Aku benci jika detik berjalan ketika abang ada di sampingku. Your presence is heroine, beb. Thanks for giving me a positive energy!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s