Lelah

Setiap orang pasti akan mengalami suatu titik jenuh atau batas kesabaran (aku tidak tahu apakah sabar ada batasnya). Akan ada waktu dimana abang lelah dengan semua cerita dan keluhanku. Tapi aku harap tidak.

Aku ingin menjadi orang yang bahagia, selalu tersenyum dan membuat orang lain tersenyum.

Thank You Whina

Tulisan Whina

Tulisan Whina

Ketika merapikan arsip lama, selembar kertas kecil menyembul dari tumpukan kertas-kertas H** lain. Kertas berisi tulisan Whina yang menjelaskan tentang Sistem Jaringan Tumbuhan, kira-kira kelas XI SMA. Sewaktu ujian praktik Biologi, aku sempat  lupa cara untuk mengoperasikan mikroskop, ketegangan memuncak dari awal ujian dan akhirnya aku ujian ulang. hahaha. Terima Kasih whina yang sudah membantuku dalam belajar Biologi.

Baby Day Care

Berbeda dengan reuni pada umumnya yang biasa menghabiskan waktu dengan hang out buat nonton konser, wisata kuliner, shopping atau semacamnya, acara reuniku dengan sahabat-sahabat SMP diisi dengan acara mengasuh bayi (hahaha antimainstream). Berhubung Nyai sedang hamil tua, jadi acara ketemuannya tidak lengkap, hanya ada aku, Dida, dan Ai.

Bersama Dede Aim

Bersama Dede Aim

Acaranya mendadak, dan merupakan inisiatif dari aku sendiri, soalnya dulu ketika Dida melahirkan, aku ga bisa dateng dan berkumpul, jadi ketika aku dan Ai ada waktu senggang maka kami pun menyempatkan main ke rumah Dida. Bayi yang lahir mungil seberat 2,6 kg itu diberi nama Imran Ahmad Waliyudin. Dia lahir tepat 5 hari sebelum aku yudisium, 10 Juli 2014. Walaupun ketika lahir anaknya kecil, tapi sekarang ndut banget, bahkan aku gendong selama beberapa menit aja langsung pegal. Sayangnya anaknya bau leungeun, maksudnya pengen digendong terus, ketika diajak duduk langsung aja nangis.

Continue reading

Speak less, Write more

Terjaga di sepertiga malam. Menscroll handphone yang ditinggal terlalu dini malam tadi. Ada 55 pesan wa. Mereka yang membahas tentang cara pengenceran LED 1:4, diff count, cara menghitung Hb, dan bahkan sampai harga untuk reagen Fe. Tiba-tiba seperti ada benda keras yang menghantam dada. Oksigen yang masuk ke rongga pernafasan terasa seperti memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya. Dan ada jeda di setiap hembusan nafas seolah mencoba menikmati oksigen yang sedari tadi diperebutkan oleh jutaan manusia pun tumbuhan. Apakah ketika dini hari tumbuhan masih menghirup oksigen? Oh ayolah… mengalihkan perhatian tidak membuatmu terasa lebih baik.

Continue reading