Love Julinsee

Love Julinsee ini merupakan film romance Thailand. Film yang disutradarai oleh Chainarong Tampong dan Sakon Tiacharoen ini dirilis pada 3 Maret 2011. Filmnya terdiri dari 4 scene dengan masing-masing love story yang berbeda tapi diikat oleh ending “Big Mountain Music Festival” di Khao Yai National Park.

image

Berikut ringkasan cerita dari masing-masing scene:

1. Senior Crush – Sometimes Love doesn’t care about age
Cast:
Piboonthanakiet as Boat
Apinya Sakuljaroensuk as Fon

Boat seorang cowok yang merasa dirinya tampan dan bisa merebut hati wanita manapun termasuk seniornya Fon. Fon merupakan cewek yang populer dan diidam-idamkan oleh banyak orang di sekolahnya. Dia cantik, smart, sexy, dan merupakan seorang cheerleader. Suatu hari mereka jalan berdua menuju Chiang Mai – Lampang, Boath merasa sangat bangga dan pamer pada semua orang yang mereka temui di jalan. Fon bermaksud memberi Boat pelajaran. Boat yang pervert mengira akan menghabiskan malam dengan Fon tapi pada akhirnya dia ditinggalkan di Lampang dalam keadaan tak berbusana. Esoknya dia ditemukan oleh para turis dan untuk menutupi tubuhnya dia memakai pakaian Fon yang super sexy. Hahaha Boat yang malang, bodoh, dan pervert. Ckckck
Soundtrack: Paradox – Sexy

2. Waiting For a Love or Waiting For a Break Up? – Love needs a patience
Cast:
Irada Siriwut as Pia
Pravit Kadkasem as Bright

Pia adalah seorang anak band. Dia dan Bright adalah sepasang kekasih. Bright ini cowok yang sangaaaaaat romantis. Ah, hati wanita mana yang ga bakal luluh? Suatu hari Bright tiba-tiba menciumnya. Itu adalah good bye kiss karena bright memutuskan untuk study abroad. Selama mereka menjalani hubungan LDR, Pia sangat setia menanti kekasihnya. Namun, siapa sangka ciuman pertamanya dengan Bright akan menjadi ciuman yang terakhir? Ketika Pia jalan bersama keluarganya, dia melihat Bright bersama wanita lain. Dia sedih namun keep contact dengan Bright melalui media social. Sampai akhirnya mereka bisa kembali bertemu, di big festival, Pia menyanyikan sebuah lagu yang ditujukan untuk Bright. Lagu yang ditujukan untuk seorang bastard. Akhir yang menyakitkan. Cerita yang paling sedih dari semua scene di film ini.
Soundtrack: Paradox – Wait (enak banget, if you have link to this song, please tell me!)

3. Love is not To Be Played With – Love Needs to Be Clear
Cast:
Alexander Simon Rendell as Yoh
Tisanat Sornsuek as Nao

Over all, ini scene yang paling membosankan tapi paling banyak kata-kata yang romantis. Cerita ini berawal dari kecemburuan Nao yang merasa yoh pacarnya sangat memperhatikan anak baru di kelas tarinya. Kemudian dia melakukan hal-hal bodoh untuk membuat Yoh cemburu. Hal itu akhirnya akhirnya membuat jarak di antara mereka. Nao berusaha meminta maaf dan ungkapan maafnya itu sangat romantis. Dia mengekspresikannya dengan sticky notes yang ditempelkan di mulutnya “Yoh, I am sorry. Seriously. I want to tell you many times. This word can express many feeling and has many meaning, but in the written language it only means one thing and that word is Love.” Kemudian dia menawarkan untuk menonton big concert sebagai ungkapan maafnya tapi mengikutsertakan sahabatnya juga. Ternyata semua isi sticky note itu berasal dari sahabatnya. dan yoh menjawab dengan sticky notes juga “I’ll think it first” benar-benar konyol hahaha
Kemudian ketika mereka di sebuah taman, Nao kembali membuat suatu hal yang bodoh, hal itu membuat Yoh kesal. Tapi ada kalimatnya yang romantis dan tegas “For me, when it comes to love, it’s a big deal”. Hal itu membuat masing-masing mereka merenung dan pada akhirnya keadaan terbalik 180 derajat, mereka kembali romantis. Dan mereka berdua bertemu di Big Concert.
Soundtrack: Paradox – Love

4. Best friend
Cast:
Jirayu La-Ongmanee as Yok
Monchanok saengchaipiangpen as Eoe.

Cerita klasik bahwa tidak ada persahabatan di antara laki-laki dan perempuan. Dua orang sahabat yang ternyata diam-diam saling menyimpan perasaan pada akhirnya memutuskan untuk pacaran. Hari-hari mereka pacaran terasa begitu indah sampai suatu ketika Eoe tidur, Yok menciumnya dan Eoe sadar kemudian hubungan mereka menjadi renggang. ketika hubungan mereka dingin, wanita yang mengejar-ngejar Yok menyatakan cintanya dan mencium Yok. Eoe melihat itu dan menangis. Ketika mereka bertemu yok menjelaskan bahwa dia hanya merasakan sesuatu ketika berciuman dengan Eoe. (Aah bullsh*t) Mereka saling mengungkapkan perasaannya dan akhirnya memutuskan untuk kembali bersahabat. Endingnya ditutup oleh sebuah pelukan dari seorang sahabat. Ckckckck

Film ini sangat mencerminkan realita pacaran remaja zaman sekarang yang tidak bisa lepas dari hubungan fisik. Ide ceritanya dikemas secara rapi, berbeda tapi satu. Saya rasa menonton film ini perlu bimbingan dari orang tua. Mungkin cocok untuk para mahasiswa sebagai hiburan di kala penat. Sedangkan para ABG rasanya terlalu dini untuk menonton film ini, walaupun sebenarnya sasaran film ini adalah para ABG. Keep smart, adik-adikku! Boleh mengambil hal yang baik atau hikmah dari sebuah tontonan, tapi jangan lupa untuk menyaring setiap isinya. Karena kehidupan kita adalah hal yang harus kita pertanggungjawabkan nanti di hadapan Tuhan, be wise! ^^

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s