Watch your methodology!

Ini kali pertama diskusi tentang penelitian setelah 42 hari praktik di Tasikmalaya. Setelah menghubungi pihak Unpad Jatinangor maupun Singaperbangsa dan ITB, saya kembali ke kampus dengan tangan hampa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kang Asep, pihak kampus tepatnya laboratorium terpadu memiliki reagen yang saya butuhkan. Oleh karena itu, saya pun bergegas menghubungi pihak yang bersangkutan. Ternyata “Maaf Anda kurang beruntung!” Reagen DPPHnya habis.
Saya kembali menghubungi kang Asep dan beliau mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak lab terpadu. Setelah diskusi lumayan lama, beliau kemudian menginformasikan kembali bahwa pihak lab terpadu perlu mengkonfirmasi proposal saya terlebih dahulu. Maka saya pun memperlihatkan proposal saya. Kurang greget memang, proposal tersebut masih belum direvisi, malah saya belum bertemu dengan pembimbing sama sekali😦
Menurut pihak lab terpadu, saya perlu mencari prosedur standar, jangan hanya mengadopsi dari KTI kakak tingkat karena boleh jadi apa yang ditulis oleh kakak tingkat “hanya benar pada zamannya”.
Beliau juga menyarankan untuk meneliti penurunan aktivitas antioksidan dari kedelai dan kecap buatan saya sendiri. Kendalanya pembuatan kecap memakan waktu yang lama hampir sekitar 4 minggu dan pihak jurusan hanya memberi waktu sebulan untuk penelitian.
Maka dengan metodologi yang masih mengambang, saya pun pulang.
Bismillahirrahmanirrahiim…
“Ketika kita berdoa ya Allah kuatkan saya, maka Allah menjawab dengan ujian.” Semangat!

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s