Love Julinsee

Love Julinsee ini merupakan film romance Thailand. Film yang disutradarai oleh Chainarong Tampong dan Sakon Tiacharoen ini dirilis pada 3 Maret 2011. Filmnya terdiri dari 4 scene dengan masing-masing love story yang berbeda tapi diikat oleh ending “Big Mountain Music Festival” di Khao Yai National Park.

image

Berikut ringkasan cerita dari masing-masing scene:

1. Senior Crush – Sometimes Love doesn’t care about age
Cast:
Piboonthanakiet as Boat
Apinya Sakuljaroensuk as Fon
Continue reading

Gampang-Gampang Susah

Apa yang terpikir dalam benak kalian ketika mendengar kata SPG? Cewek-cewek cantik yang genit? Orang-orang yang suka memaksa? Seorang SPG adalah orang yang berjuang untuk hidup dengan menawarkan barang dari agencynya. Mereka bekerja di bawah tekanan target.
Siapa yang akan berpikir kalau saya akan turut pula menjadi seorang SPG? Dengan tetap berpenampilan syar’i, rok, kemeja panjang dan jilbab, saya ditempatkan di SPBU Surapati Bandung depan mesjid Pusdai.

Bagaimana rasanya? Melelahkan, baik fisik mau psikis. Di tengah rendahnya minat baca orang-orang Indonesia dan menjamurnya internet user, menawarkan koran menjadi susah-susah gampang.

Di hari pertama saya hanya menjual 4 buah koran selama 8 jam kerja. Bayangkan! Tidak ada seperenamnya dari target. ūüė¶

Suasana di SPBU sebenarnya tidak terlalu sepi hanya saja memang jarang orang yang tertarik apalagi kalau menjelang siang.

Selama bekerja saya banyak sekali mendapat komentar dari para konsumen:
“Ko mau sih neng, ngasong?”
“Zaman sekarang baca koran ketinggalan zaman, neng!”
“Ah, mending dari internet, lebih up to date”
“Saya ga suka baca!”
“Saya ga bisa baca!”

Dan masih banyak lagi. Menjadi SPG adalah sebuah tantangan tersendiri. Mudah-mudahan di hari kerja selanjutnya bisa lebih hoki dan mencapai target. Aamiin. Do’akan saya, ya! ^^

Posted from WordPress for Android

My First Job

Setelah melewati keragu-raguan yang panjang ketika menerima berita lowongan pekerjaan di group whatsapp kelas, akhirnya hari ini saya menjejakkan kaki di gedung graha kompas yang beralamat di JL. RE Martadinata (Riau) No. 46.

Kenapa ragu?
1. Ini kali pertama saya melamar pekerjaan jadi muncul segala kekhawatiran terhadap penipuan dan semacamnya.
2. Butuh manajemen waktu yang sangat baik antara bimbingan KTI, penelitian, dan pekerjaan.

Saya diterima sebagai SPG reguler Kompas Gramedia tanpa melewati seleksi yang terlalu rumit. Saya hanya konfirmasi melalui bbm kemudian datang langsung ke alamat agencynya untuk briefing dengan membawa cv.

Dalam briefing dijelaskan tentang target, pola kerja, jadwal, produk, harga produk dan lain-lain. Calon SPG yang datang hanya 6 orang termasuk saya. Mereka mengenakan pakaian yang modis layaknya SPG yang berpengalaman. Setelah dikonfirmasi ternyata mereka memang telah sering terjun ke lapangan menjadi SPG. Sedangkan saya dengan kostum yang jauh dari penampilan seorang SPG (kaos gombrang, rok lebar, dan kerudung yang terurai, tanpa make up, plus sendal jepit ber-heels). Namun, kami membaur dengan baik. Besok saya langsung ditempatkan di SPBU jalan Surapati depan Mesjid Pusdai.

Setiap ikhtiar dan do’a akan selalu dibalas dengan yang terbaik oleh Allah, mudah-mudahan saya tidak salah mengambil keputusan. Dan saya berharap dengan meniti karir dari nol seperti ini bisa mengajarkan saya untuk lebih bersyukur atas nikmat-Nya. Semoga suatu hari nanti pengalaman yang saya dapat bisa menginspirasi orang lain.

Semoga sukses dalam karir pertamanya, Riska!

Posted from WordPress for Android

Need more Revisi!

Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, beliau menyarankan saya untuk mencari prosedur standar pemeriksaan Antioksidan dengan menggunakan DPPH di BPOM atau dosen farmasi Poltekkes Bandung.

Akhirnya saya memutuskan detik itu juga untuk mengunjungi BPOM. Saya baru tahu bahwa BPOM berada dalam satu kawasan dengan Dinas Kesehatan yaitu di Jalan Pasteur No. 25 Bandung 40171.

image

Sesampainya di sana saya langsung menuju gedung BPOM, ternyata sepi karena kebetulan saya datang di jam istirahat. Ada seseorang yang menyambut kedatangan saya dan beliau memberi arahan tentang proses birokrasi di sana. Saya diarahkan ke bagian SERLIK.

image

Untuk melakukan kunjungan ke BPOM saya harus membawa surat pengantar dari kampus. Datang dengan tangan kosong tanpa surat pengantar terpaksa saya harus kembali lagi di lain waktu.

Setelah dari BPOM saya bergegas mengunjungi Pak Indro dosen Farmasi dengan maksud untuk berkonsultasi. Setelah berdiskusi panjang lebar (tidak hanya tentang penelitian, tapi juga tentang mind mapping, personal life, politik, karir, dsb sampai kami terhanyut suasana dan menangis bersama) ternyata penelitian antioksidan pada kecap sulit untuk dilaksanakan. Mengingat warna DPPH yang ungu gelap dan kecap yang berwarna hitam, maka akan sulit dibaca oleh spektrofotometer. Beliau menyarankan untuk meneliti langsung dari kedelai.

Maka berbekal saran dari beliau saya kembali ke kampus bermaksud untuk kembali konsultasi dengan pembimbing saya, namun sebelumnya saya mengunjungi bagian administrasi untuk meminta surat pengantar ke BPOM. Ternyata di sana saya bertemu dengan pembimbing, kebetulan sekali, jadi berdasarkan obrolan singkat, pada dasarnya pembimbing saya setuju untuk mengubah sampel penelitian. Masih belum jelas seperti apa nanti, mudah-mudahan Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik.

Posted from WordPress for Android

Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung

Hallo, masih bingung mau melanjutkan kuliah kemana? Mungkin Poltekkes Bandung bisa jadi salah satu option. Berhubung banyak yang bertanya tentang Analis Kesehatan, maka berikut akan saya bahas secara garis besarnya.

1. Apa sih Analis Kesehatan itu?

Buat yang masih asing tentang profesi analis kesehatan, saya sarankan baca tulisan¬†salah seorang alumni dari Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Click Here!¬†Err… sedikit perkenalan tentang penulis artikel tersebut, kang Rizal adalah ketua himpunan mahasiswa Analis Kesehatan tahun 2011-2012 (AKB Angkatan 25).

Masih belum terbayang analis kesehatan seperti apa? Simplenya, apakah teman-teman pernah datang ke rumah sakit? Pernah mengunjungi laboratorium klinik Rumah Sakit? Pernah dengar nama Prodia, Pramita, atau laboratorium klinik lainnya? Nah, pasti teman-teman akan menemukan sosok Analis Kesehatan di sana.

Continue reading