Aku Memilih Setia

5 tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku SMA, itulah pertama kali kami kenal melalui salah satu media social facebook. Dan seiring waktu berlalu singkat cerita ia pernah menjadi “orang yang berarti” untuk saya. Rentang waktu masa remaja saya habiskan bersamanya. Dengan catatan kami belum pernah bertemu.

Mungkin orang menganggap kami gila, aneh, atau semacamnya. Di tengah maraknya kejahatan yang bertopeng kenalan dari media social, saya malah menaruh kepercayaan terhadapnya, selama bertahun-tahun bahkan sampai saat ini. Saya malah dekat dengan kakak perempuannya, kadang-kadang kami suka menelepon, chatting, atau smsan. Dulu ketika ada sebuah acara di Universitas Indonesia, saya dan kakaknya berencana untuk bertemu, tapi batal karena sesuatu hal.

Siapa yang menyangka, setelah waktu yang panjang kedekatan kami sebagai orang asing terbayar oleh sebuah pertemuan di penghujung tahun 2013. Setelah sempat simpang siur, karena dia belum pernah berjalan ke Bandung sendirian, dan tidak terbiasa menaiki angkutan umum, terlebih parahnya lagi, dia merasa tidak enak dengan status saya yang sudah tidak sendiri. Setelah diskusi yang panjang, saya sudah ikhlas kalau pertemuan ini batal, tapi ternyata 18 Desember 2013 sekitar pukul 11 dia menelepon mengatakan bahwa dia sudah sampai di Bandung tanpa ada kabar terlebih dahulu di pagi harinya. Bahkan dia tidak membalas pesan yang aku kirim via sms maupun line. Siapa yang tidak shock? Akhirnya dengan terburu-buru, saya mengganti pakaian dan langsung lari menjemputnya.

Malang, saya bukan seorang penunjuk arah yang baik, hampir satu jam dia berputar-putar di pasar Cimindi. Akhirnya saya memutuskan untuk menjemputnya ke Cimindi dengan berjalan kaki, karena terburu-buru saya lupa mengambil dompet, bahkan saya tidak sempat memakai kaos kaki.

Di Cimindi, itulah kali pertama wajah orang yang selama 5 tahun menjadi orang asing menyunggingkan senyumnya kepada saya. Dia jauh lebih gemuk dibandingkan pertama kali kami kenal, tapi keren dan modis.
Camera 360
Kemudian kami menghabiskan waktu bersama di kosan, Museum Konferensi Asia Afrika, Braga Citywalk, Bakmie Parahiyangan, perumahan Setraduta, dan pasar Sarijadi. Diomelin satpam gedung sate karena memarkir motor sembarangan, bercerita tentang kehidupan pribadi, nostalgia zaman ketika kami bersama, yah semuanya menyenangkan, waktu singkat yang begitu berkesan. Salah satu corak indah yang mewarnai 2013 saya.

at Museum KAA

at Museum KAA

 

at Bakmie Parahiyangan

at Bakmie Parahiyangan

Tapi ada yang berubah setelah kami bertemu, dia terang-terangan menyatakan sukanya (lagi) terhadap saya, tapi dia menghargai status saya sekarang dan berkata bahwa dia tahu batasan-batasannya, ibarat lagu dia hanya “mengagumi tanpa dicintai”. Menyakitkan bukan?😦

our texting

our texting

Parahnya lagi saya mengirim rekaman suara saya yang menyanyikan sebuah lagu Rossa- Aku Bukan Untukmu. Sebenarnya lagu yang pas untuk hubungan kami adalah “Aku Memilih Setia – Fathin” Tapi rasanya terlalu jahat mengingat dia adalah seorang Fatinistic.

Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku tlah dimiliki

Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya

Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Walau besar dan tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
Dan aku memilih setia

Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya

OOOuuu..oo..

Seribu kali logika ku untuk menolak
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti ku kan memilih … kan memilih kamu..uuu..

Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu..ooohh..
Walaupun kutahu cintamu lebih besar daa..darinya..

Yasir Amarullah — Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita, menjodohkan kita dengan orang yang benar-benar mencintai kita dan membuat kita semakin mencintai-Nya. Teruslah berprasangka baik terhadap Allah, karena ketetapan Allah adalah tiada lain untuk kebaikan kita. Tetap semangat dan jangan pernah berhenti berdo’a! Satu yang selalu kuingat darimu, “Jangan pernah takut untuk bermimpi!” – Teman remaja virtualmu, Riska Yuniarti Iskandar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s