Dependable Partner

Tanggal muda jatuh pada akhir pekan cukup memberi dampak yang fatal bagi siklus keuangan saya. Seharusnya uang saku bulanan yang diberikan mama cukup, bahkan bersisa. ya, seharusnya. Setelah dua hari tidak menyentuh nasi, demi menekan budget, bahkan sampai belajar membuat bubur putih polos karena yang ada di kosan hanya beras, garam, dan mie instan. Hari ini ditampar kembali oleh kenyataan, bahwa masih ada tugas yang biayanya tidak dianggarkan dan dananya belum tercukupi. Yang paling parah adalah deadline tugas tersebut adalah besok, sedangkan kiriman dari orang tua baru sampai Selasa atau Rabu. Print out 32 lembar bisa menghabiskan kurang lebih Rp 20.000,- sedangkan uang yang berjejer di dompet saya hanya tinggal Rp 6.000,-. Belum termasuk print out proposal dan lain-lain.

Bukti tranfer dari Mandiri ke BNI

Bukti tranfer dari Mandiri ke BNI

Alhamdulillah di saat terjepit, Allah memberikan pertolongannya melalui abang. Ya, abang yang memberiku suntikan dana sehingga dompetku bisa kembali pulih, ya setidaknya untuk beberapa hari ke depan sampai kiriman dari rumah datang. Malu? Jangan ditanya! Saya baru bersedia memberikan nomor rekening setelah tidak tidur sehari semalam. Dilema antara perasaan malu dan butuh. Mungkin, inilah salah satu fungsi pendamping, berbagi di saat susah dan senang, juga mengulurkan tangan ketika partner yang lain terjatuh. Terima kasih, abang. Semoga Allah memberi kemudahan rezeki untuk abang. I love you so much :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s