Selamat Ulang Tahun, Rifqa!

Saya tidak tahu apakah Rifqa orang yang suka atau tidak ketika diberi ucapan selamat ulang tahun. Pasalnya orang yang fanatik terhadap agama menganggap hal tersebut merupakan kebudayaan orang-orang yang beragama selain Islam. Sebenarnya saya juga tidak tahu apakah Rifqa fanatik terhadap agama atau tidak, yang jelas dia tergabung dalam suatu organisasi kerohanian di kampus, dan kerap rajin mengikuti pengajian di rumahnya. Bahkan dia sempat bermimpi dipanggil ummi jika kelak menikah dengan ustadz IM (nama samaran sekaligus kesayangan Rifqa mungkin hehehe).

Saya tidak bermaksud sekuler, merayakan ulang tahun mungkin merupakan suatu hal yang tidak pantas tapi postingan ini bermaksud sebagai salah satu bentuk syukur dan do’a untuk Rifqa. Kalau Rifqa nanti baca, mohon jangan marah ya!🙂

Saya sayang sama Rifqa insya Allah karena Allah. Saya bukan orang yang pandai mengekspresikan rasa sayang. Semoga Rifqa usianya berkah, Sehat selalu, selalu jadi kebanggaan orang tua, punya banyak teman yang tulus sayang sama Rifqa, dijodohkan dengan orang yang sholeh, ganteng, baik, kaya, cerdas, mapan, sayang sama Rifqa, dimudahkan proses menjalani kegiatan menjadi mahasiswa tingkat akhirnya, bahagia dunia dan akhirat. amin.

Usia saya dan Rifqa terpaut satu tahun, dan hal tersebut tampak dari kedewasaan, Rifqa orang yang lebih bijaksana dan sabar. Dia pandai sekali bercerita, fasih bahasa sunda (walaupun terkadang ada kata yang kurang familiar di telinga saking fasihnya), menyenangkan deh pokoknya kalau dengerin Rifqa bercerita. Cuma terkadang Rifqa terlihat begitu cuek atau mungkin malas bercengkrama dengan saya. Mohon maaf apabila saya banyak salah, sering buat Rifqa kesel, sering panggil qoqo, sering berbuat hal yang mungkin Rifqa anggap tidak pantas. Saya termasuk orang yang peka terhadap bahasa tubuh dan ketika mendapati sesuatu hal yang berbeda dari Rifqa, jujur hal tersebut membuat saya gelisah. Saya ingin sekali jadi sahabatnya Rifqa. Mudah-mudahan Allah selalu menyatukan hati kita dalam rahmat dan hidayah-Nya. aamiin.

Menata kenangan. Rasanya ada begitu banyak kenangan yang saya jalani dengan Rifqa, tapi begitu diharuskan memungut dan menyatukan remah-remahnya terasa begitu sulit dan canggung😀

24 Oktober 2011

24 Oktober 2011

Foto ini diambil ketika kami masih menjadi mahasiswa baru tingkat 1. Dulu, Rifqa menjadi PJ K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dosennya merupakan orang-orang yang punya power dan jam terbang setinggi langit. Dia berdua dengan Opik harus jatuh bangun memperjuangkan hak mahasiswa lain agar mendapat pelayanan materi dari para dosen superpower tersebut. Pernah suatu ketika Rifqa menangis. Penyebabnya berkaitan dengan mata kuliah yang bersangkutan dan Dosen-dosennya. Subhanallah ada begitu banyak orang yang sayang sama Rifqa, mereka memberikan supportnya demi menghibur Rifqa. Saya waktu itu kebingungan. Menghadapi orang yang sedang berselimut duka itu membingungkan. saya hanya menatap, berharap jemari ini bisa menghapus air mata sekaligus luka yang tercipta saat itu. Tapi pada kenyataannya saya hanya menatap. Diam. Pernah saya berpikir, kelak ketika saya terjatuh, adakah orang yang mau mengulurkan tangannya untuk membantu saya bangun (bahkan kalaupun saya tidak pernah membantu orang lain untuk berdiri)?

4 Oktober 2012 Mushola Analis Kesehatan

4 Oktober 2012 Mushola Analis Kesehatan

Waktu terus bergulir, setahun berlalu sudah meninggalkan banyak kenangan yang tidak terhitung oleh jari. Akhirnya kami menjadi mahasiswa tingkat 2. Ketika tingkat 1, saya terlalu disibukkan oleh kegiatan-kegiatan di pusat dan terlambat sadar kalau kedekatan diperoleh karena kebersamaan, saya menjadi canggung terhadap anak-anak. Rifqa menjadi sulit untuk dicapai, bukan karena dia tidak mau berteman dengan saya, tapi karena ada bayang-bayang 7 orang lain yang selalu menemani Rifqa kemanapun, ada di saat kapan pun Rifqa membutuhkan mereka. Saya senang melihat Rifqa bahagia. Dengan kemana-mana selalu berdelapan, hal tersebut seolah-olah membangun jurang tak terlihat yang memberikan batas bagi orang lain untuk mendekat. Itu yang saya rasa. Tapi saya tidak memasalahkan apapun. Saya orang yang bebas, dan kurang begitu suka terikat. Saya jadi orang netral di antara berbagai kubu yang terbentuk di kelas. Dengan kata lain, saya sendirian.🙂

22 September 2012 pukul 8:26

22 September 2012 pukul 8:26

Foto ini diambil ketika kami menjadi panitia inaugurasi angkatan 25. Walaupun orang yang sedang mengisi daftar hadir adalah mahasiswa D4. Kenapa saya memanjang foto diri sendiri? Dalam kepanitiaan tersebut saya menjadi bidang biro dan kesekretariatan, dan di jadwal siang hari, saya mengurus kesekretariatan menjadi penerima tamu(?). Lihat batik yang saya kenakan? Itu adalah pinjaman dari Rifqa. Dulu saya tidak memiliki batik. Rifqa sempat marah karena saya menutupi batiknya dengan jaket biru angkatan 27. Hey, bukan karena saya tidak suka batiknya. Tapi badan saya terlalu kecil, dan ketika memakai batik Rifqa yang body fit, saya jadi kurang confident hahaha. But anyway, thaks for helping me, Rifqa! I am honor it🙂

5 April 2013 di Kelas B

5 April 2013 di Kelas B

Saya lupa foto ini diambil ketika mata kuliah apa. Yang Jelas sangat membosankan. Akhirnya dengan gegabah menyalakan laptop dan foto-foto menggunakan webcam. Karena Rifqa khawatir dosennya marah, jadi saya berniat membuat seolah-olah foto tersebut diambil candid, eeeeh ternyata si mba Florensia, malah numpang ngaca di belakang jadi gatot hahaha

28 Maret 2013 Laboratorium Hematology

28 Maret 2013 Laboratorium Hematology

Saya dan Rifqa menjadi partner selama 2 tahun di mata kuliah yang berhubungan dengan Laboratorium Hematology, bersama Mbake, Fitriyani, dan Ien. Kelompok kami selalu menjadi kelompok terakhir yang praktikum. Banyak hal yang kami lewati bersama, entah bagaimana kesan mereka terhadap saya. Semoga baik ya🙂

12 September 2013 pukul 2:49

12 September 2013 pukul 2:49

Dimana ada mbake, disitulah ada kamera. Mbake ini seolah mempunyai muatan yang berlainan dengan kamera. Ikatan tarik menariknya begitu kuat jadi terciptalah foto ini hehehe.

12 September 2013 pukul 13:01

12 September 2013 pukul 13:01

Pernah suatu hari Rifqa menunjukkan hasil handmadenya. Sebuah AlQur’an yang disampul dengan kerajinan karya Rifqa sendiri, dan diberi kotak menyerupai kotak blackberry dengan tali untuk mengeluarkan Al-Qur’an di dalamnya. Lucu sekali dan kreatif. Hal tersebut menginspirasi saya untuk membuat handmade sendiri untuk kado Whina. Terima kasih Rifqa, you are so inspiring🙂

13 November 2013 pukul 09.15 WIB

13 November 2013 pukul 09.15 WIB

Sempat mengeluh karyanya hendak diplagiasi oleh saya, Rifqa kemudian tiba-tiba berubah pikiran dan menjadi guru yang luar biasa total dalam membantu saya hehehe. Rifqa juga awalnya terinspirasi dari karya ustadz dan ketika mereka sharing akhirnya Rifqa bertekad akan menjadi guru yang total untuk membantu muridnya hehe. Hiasan kayu manis, biji dan semacamnya untuk hiasan yang membentuk bunga, bahkan kertas karton tebal pun Rifqa memberikannya secara cuma-cuma untukku. Bahkan awalnya, Rifqa bermaksud untuk memberikan lem, tali, kertas dan bahkan jilid ringnya juga. Subhanallah, syukran jiddan, Rifqa.. jazakillah khairan katsiran🙂 Tapi karena tidak terbiasa untuk membebani orang lain, perasaan tidak enak pun menyeruak.😦

19 September 2013 Pukul 12.08 Kelas D

19 September 2013 Pukul 12.08 Kelas D

Foto ini diambil oleh Rifqa dan sempat membuat heboh media sharing social seperti facebook dan instagram. Spotnya bagus, dan fotonya begitu hidup. Tapi yang pasti modelnya yang paling mendukung hahahaha

Terimakasih Rifqa Novita Somantri untuk semua kenangan yang telah kita lalui bersama. Saya juga ingat ketika Rifqa memberikan tebengan sampai Cimindi ketika akan mudik ke majalengka. Terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan Rifqa dengan amal yang berlipat.

“Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah bersatu berhimpun dalam naungan cintaMu, bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cinta-Nya, tunjukilah jalan-jalannya, terangilah dengan cahayaMu yang tiada pernah padam, Ya Rabbi.. bimbinglah kami. Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada Mu, hidupkan dengan ma’rifatMu, matikan dalam syahid di jalanMu, Engkaulah pelindung dan pembela.

With love,
Riska Yuniarti Iskandar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s