すし。。。Icip-Icip :p

Walaupun cuacanya sangat mendung dan mulai gerimis, tapi sepulang dari pembekalan volunteer, kami menyempatkan diri untuk datang ke Kedai Jepang Seishin yang lokasinya persis berada di seberang King. Tempatnya asik, cantik, tapi udaranya tidak terlalu bagus, soalnya bercampur dengan asap rokok (bukan area bebas rokok) dan sering banyak pengamen (wajar sih).

Jeje a.k.a Diah

Jeje a.k.a Diah

 

Ga kehilangan momen untuk foto-foto anywhere.. anytime :p

Ga kehilangan momen untuk foto-foto anywhere.. anytime :p

Menunya cukup lumayan banyak. Harganya? Jelas sesuai dengan kantong mahasiswa.

Menu Makanan di Seishin

Menu Makanan di Seishin

Kami berdua memilih sushi, tapi dengan menu yang berbeda tentunya, supaya bisa saling icip :p

Muka-muka kelaparan

Muka-muka kelaparan

Dulu, dengan polosnya tiap kali aku menonton orang yang sedang makan di JDorama, sering terlintas pikiran, orang Jepang makannya rakus, mulutnya penuh banget. Terus mikir juga, apa mereka kenyang makan di mangkuk kecil?

Spicy Salmon Sushi

Spicy Salmon Sushi

Spicy Salmon Sushi, makanan pilihan Jeje. Sesuai namanya, spicy jadi terhidang juga wasabi atau sambal. Mendengar kata pedas saja, aku enggan untuk mencobanya, dan melihat muka jeje yang kepedasan aku pun bersyukur tidak penasaran untuk icip-icip wasabi😀

Tapi ketika mencicipi sushinya, agak kecewa, di dalamnya ada selada, dan aku kurang suka dengan sayuran. Apalagi ini mentah ckck

Fried Sushi

Fried Sushi

Nah, ini makanan pilihan aku. Enyaaak… Enyaak..🙂 Karena digoreng jadi makanannya terhidang hangat dan gurih(?) ya, kecap(?) dan mayonaisenya asin. Jadi, apa hubungannya? Di dalamnya ada mentimun, nori, dan ikannya agak matang. Porsinya terlihat seperti yang sedikit, tapi setelah dicicip, makan satu dan kenyang! Ketika semuanya habis, perut rasanya mau meledak, seperti tiga kali porsi makan aku.

Dan jawaban pertanyaan di atas mengenai mulut mereka penuh, kemungkinan karena memang table manner di sana seperti itu. sotoy akut. Aku melihat papan instruksi, di sana dijelaskan bagaimana cara memakan sushi, dan itu tidak boleh dimakan setengah kemudian dibalikkan ke piring. Bayangkan saja, bulatan sebesar itu dan harus muat di mulut, jelas kelihatan mulut mereka penuh.

Alhamdulillah, makanannya enak, tidak rugi keluar kocek🙂 Lidah terkadang kurang cocok dengan masakan dari luar, tapi kali ini, dia sama sekali tidak complain, kecuali tentang nori. Terimakasih untuk hari ini, Jeje! Semoga ada lain kali. Amin ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s