Bakti Sosial Bersama Biofarma

Merangkai hubungan kerja sama dengan Biofarma, Satgas kembali mengirimkan personilnya untuk mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa kadung, Wanaraja, Garut. Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya melibatkan intern Biofarma, tapi juga mengajak Komci (Komunitas Cikapundung), PPNI, dan Tim Seni Budaya. Mewakili nama PPNI, kami, aku dan Risma, dua orang dari jurusan Analis Kesehatan pun diberangkatkan. Total yang diberangkatkan adalah 50 orang, 2 orang dari Satgas, 3 orang dari Komci, 7 orang dari Seni Budaya, dan selebihnya dari Biofarma.

(Ki-Ka) Riska – Risma

Kegiatan bakti sosial ini disebut dengan link 3, artinya kontribusi Biofarma tidak hanya dilaksanakan di wilayah regional Bandung tapi meluas di daerah-daerah lain bahkan seluruh nusantara. Dan sasaran kali ini adalah daerah Garut.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam.Sebelum hari H kami menginap di sebuah bungalau “Layung Sari”, Wanaraja, Garut. Kemudian esok harinya, tepat pukul 07.00 WIB sebelum berangkat ke TKP, kami melaksanakan briefing ulang, di sini begitu terasa kuatnya koordinasi dan kekeluargaan satu sama lain.

Layungsari Wanaraja Garut

Acara dibuka pukul 07.30 WIB, Run down acaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, adalah simbolis penyerahan Domba kepada pemerintah setempat yang dilakukan langsung oleh Bapak Erwin.
Kemudian, penanaman pohon dan dilanjutkan dengan pengobatan gratis.

Kami melibatkan 3 orang dokter yang berkompeten di bidangnya.Aku menempati tempat kesekretariatan, sedangkan Risma membantu pak Ridwan di bagian apoteker.Antusiasme warga yang tinggi membuat kami terharu, dari mulai balita sampai lansia memanfaatkan moment yang diberikan oleh Biofarma.Kami melayani sekitar 300 orang, bahkan sampai acara ditutup, warga masih tetap berdatangan, sehingga dengan berat hati kami harus menolaknya. Mengantisipasi kejenuhan karena antrian yang sangat panjang, disinilah peran tim seni budaya unjuk kelihaiannya, mereka dengan cantiknya menyuguhkan lagu-lagu sunda diiringi kecapi suling.

Dan acara pun ditutup pukul 16.00 WIB dengan jamuan hangat dari Bapak Koko, pemerintah desa setempat.

Pengalaman tidak bisa dibeli, aku dan Risma sangat berterimakasih kepada pihak Biofarma dan Satgas Poltekkes Bandung yang telah memberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam pengabdian masyarakat.Walaupun notabenenya kami adalah non-paramedis, tapi Satgas membuat kami berbesar hati dan memberikan banyak ilmu baru serta pengalaman yang tak ternilai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s