Sel Epitel Dalam Urine, Bahayakah?

Praktik instrumentasi di kimia klinik, pertemuan ke-7 ini pemeriksaan darah dan urin, aku ga berani mendonorkan darah untuk kepentingan praktikum, jadi aku hanya menyumbang urine. Sebenarnya menyenangkan bisa menyumbang bagian dari tubuh kita untuk keperluan praktikum, karena kita bisa sekalian melakukan cek kesehatan gratis.

Seperti minggu ini, aku menyumbang urine dan ternyata ketika diperiksa di bawah mikroskop terdapat sel epitel di dalam urine aku. Awalnya was-was, tapi kata dosen itu normal. Masih belum puas dengan penjelasan dosen, aku pun browsing di google.

“Sel epitel bukan merupakan sel darah. Jumlah sel-sel darah di dalam urine bisa dilihat dari hasil leukosit atau eritrosit di hasil pemeriksaan urine, sedangkan sel epitel di urine merupakan sel-sel yang berasal dari dinding dari saluran kemih yang terlepas dan ikut keluar bersama urine dan terlihat pada pemeriksaan sedimen urine.
Dalam keadaan normal sel-sel itu memang ada di urine dan selama masih dalam batas normal atau tidak disertai temuan lain yang significant, hal ini adalah normal.

Biasanya pada infeksi, radang atau batu di saluran kemih, sel-sel ini bisa meningkat yang diikuti dengan perubahan fisik urine dan peningkatan jumlah sel-sel atau sedimen lain seperti warna keruh, tidak jernih disertai peningkatan jumlah leukosit, eritrosit, Kristal, dan sebagainya di urine (yang oleh dokter bisa dinilai hubungannya dan kemungkinan penyakitnya).”
Sumber: Yahoo! Answer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s