Mata Koin

Kemarin malam aku kembali menjadi nocturnal, tidur seharian dan insomnia ketika malam. Sampai pukul 1.30 a.m aku masih berkutat dengan laptopku, bukan untuk browsing artikel atau bahan kuliah, tapi hanyut dalam socnet. Pukul 4.30 a.m aku bangun dan kembali terpaku oleh socnet di handphone. Baru ketika aku beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi, aku baru sadar cucian masih direndam sejak kemarin. Ya Allah… Jam di dinding menunjuk pukul 7 a.m, dan ketika jarum panjang dari jam tersebut bergeser enam angka dari tempat semula, aku harus stand by di kampus keperawatan. Bingung, nyesel, kenapa bangun tidur aku tidak langsung bangun dan mandi? Akhirnya terpaksa aku mengkonfirmasi ke contact person satgas bahwa aku akan datang terlambat. Aku beres mencuci pukul tepat 7.30 a.m, kemudian langsung mandi, sarapan, dan blablabla. Ketika aku siap berangkat, sialnya tidak ada andong yang lewat, sedangkan waktu terus berjalan, kalau aku menunggu andong datang mungkin akan menghabiskan banyak waktu, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat dengan berjalan kaki sampai jembatan Gunung Batu. Allahu Akbar, pagi-pagi bermandikan keringat dan betisku apa kabar?

Singkat cerita aku datang di Otten ketika beberapa anggota Satgas sedang berdiskusi tentang teknis sosialisasi nanti. Kami bertujuh, aku, Risma, Kang Beni, kang Amal, kang Bowo, Kang Epul, dan Kang Redi berangkat pukul 9 a.m ke kampus kebidanan Poltekkes Bandung. Mimpi apa aku semalaaaaaaammmm? Aku berangkat naik motor berdua dengan kang Beni, the person who make me fall in love at first sight. Arrrggghhhh, sepanjang perjalanan aku menahan napas, yaa rasanya persediaan oksigen di Bumi menipis ketika aku berada di balik punggungnya, terasa susah untuk menarik napas hehehe. Kami berbincang-bincang, bahkan hanya mendengar suaranya pun, perasaanku ditampar dengan jutaan rasa bahagia, gugup, canggung, aku gak tau bagaimana ekspresi mukaku seandainya ada yang menyodorkan cermin saat itu hahaha. Rasa capek seolah terbayar sempurna oleh senyumnya.

Which one is kang Beni?

Kontrak waktu semula hanya 15 menit, tapi karena Ismakes berhalangan untuk hadir, jadi kami diberi tambahan waktu menjadi 45 menit untuk sosialisasi satgas. Melenceng dari rencana semula, awalnya kami berniat memberikan simulasi, akan tetapi ternyata antusiasme mahasiswi kebidanan keren banget, waktu kami habis untuk berdiskusi. Bagaimana mereka tidak tertarik, orang di hadapan mereka ada para kaum Adam yang tercipta begitu rupawan? Uhuk uhuk…
Presentasi berjalan sukses dan lancar. Alhamdulillah… Hari ini? Hmmm… how pleased I am!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s