Aksi Perdana

Thursday, November 9th 2011…
Pulang dari rapat Satgas, aku mampir ke kosan imunk (temen SMA) karena lokasinya yang tidak jauh dari Otten dan Direktorat. Yaa, hari ini jam 8 p.m ada kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Tidak ada waktu untuk kembali ke kost-an. Jadi, aku numpang mandi dan shalat di kost-an Imunk. Pukul 6.45 p.m aku langsung ke Ruang SC di Direktorat dengan berjalan kaki.
Ternyata anak tingkat 1 yang ikut acara ini hanya aku dan Purnama dari Kesling. Aku memenuhi acara ini karena tergabung di Kementrian “Politik Eksternal Kampus” BEM Poltekkes Kemenkes Bandung. Acaranya adalah renungan tentang hari Pahlawan di Gedung Sate. Awalnya aku semangat banget soalnya acara ini diikuti oleh BEM Se-Jabar. Tapi ketika tahu teknis acaranya, pengen ngejedotin kepala ke tembok deh. Kami disuruh membawa lilin (wahh, uda kek mu ng*p*t). Jadi, Jaster (Jas Almamater) dari masing-masing kampus ditaruh di tengah-tengah kami yang membentuk setengah lingkaran, kemudian di sampingnya disimpan lilin-lilin kecil (so sweet…). Setelah itu, perwakilan dari masing-masing kampus maju ke depan secara bergiliran untuk orasi sebagai refleksi dari renungan hari pahlawan ini.
Ya Tuhaaaaannn… aku baru sadar ini adalah salah satu bentuk demonstrasi yang berlangsung damai (garuk-garuk p**t*t), untung ga masuk televisi, coba kalau acara ini diliput terus kepala aku nongol di sana dan babeh di rumah lihat, wahhhhh… panjang cerita. Keluarga aku paling anti dengan mahasiswa yang hobi demo (terhasut demonstrasi anarki), seandainya aku jadi mereka, aku juga pasti seperti itu, terlebih kalau tahu anak gadis aku keluar malam dan turun ke jalan, semalaman itu aku ga bakal bisa tidur dan sibuk meneleponnya (hihihi calon mamih cerewet).
Menurut hemat aku, acara seperti ini useless, niatnya memang mulia, menyuarakan aspirasi mahasiswa ataupun rakyat Indonesia, tapi apa dengan turun ke jalan dan orasi apakah suara kita akan didengar? Aku rasa TIDAK! Terlebih kalau hanya acara kecil-kecilan (inget pas dulu SMA, MU demo di sepanjang jalan tapi hanya beberapa ekor hahahaha).
Kegiatan ini diliput @infoBandung di twitter katanya “jalan sepanjang Gedung Sate macet” gara-gara acara kami. Seru sih acaranya tapi aku kurang menikmatinya karena alasan yang sudah aku sebut tadi, bertentangan dengan idealis aku dan orang tuaku. Padahal acara seperti ini masuk dalam program kerja kementrian POLEKSKAM, “hey, I have to begin to love it. Yep, I will try!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s