Morning Thunder

Rindu menulis, itu kesan pertama yang ingin aku ungkapkan. Sekitar sebulan ini aku vacum dari menulis, yaa… persiapan menjelang menduduki bangku kuliah, dan juga menghadapi hari raya Idul Fitri tentunya.
Bingung, lama vacum rasanya jadi kaku, otakku jadi agak ngadat untuk diajak marathon. Tapi berhubung jemari sudah memijit tuts lappie, rasanya sayang kalau tulisan ini tidak berujung.

Kebetulan sebelum nulis, tadi aku sempat browsing dan menemukan istilah Morning Thunder. Apakah ada yang pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Kalau yang belum pernah denger, santai aja, aku juga baru tahu tadi kok, hehehe… Selain itu kalaupun semisalnya kita tidak tahu artinya, kita bisa menggrepe-grepe sendiri artinya apa. Morning artinya pagi, Thunder artinya gemuruh. Jadi Morning Thunder artinya gemuruh di pagi hari atau istilah yang jauh lebih bisa dipahami oleh akal sehat manusia adalah bobos* di pagi hari (*bahasa sunda artinya kentut).
Terus apa tujuan aku memposting tulisan tentang kentut ini? Sebenarnya tidak ada tujuan tertentu, aku hanya termehek-mehek kagum denger istilahnya, kentut aja kok istilahnya keren banget? Intinya hanya membantu mempublikasikan istilah keren dari kentut.
Bicara tentang kentut aku jadi terbayang masa lampau, masa kejayaanku, masa-masa SMP. Aku masih sangat ingat, waktu itu kami anak-anak kelas IX B sedang belajar Fisika, materi yang disampaikan adalah tentang polarisasi, dan entah apa kaitannya tiba-tiba Pak Udin, guru Fisikaku yang killernya high level dengan rambut golep khasnya tersebut (maaf pak), namun awet muda dan ganteng sekaleeeee…(ini jujur) membahas tentang kentut. Beliau mengutarakan bahwa volume dan bau kentut kita disebabkan kekotoran perut kita. Beliau mengambil sample sampah, menurutnya sampah apabila ditumpukkan dan tidak lekas dibuang akan meninggalkan bau, begitu juga perut kita, ketika perut kita sudah sangat kotor karena beraneka macam makanan yang kita santap maka harus lekas kita keluarkan. Kemudian beliau bercerita tentang kebiasaan keluarganya yang selalu minum obat pencahar sebulan sekali. Itu ditujukan untuk membersihkan perutnya, apa ga kendor tuh *ss hole nya tiap bulan dipaksa kerja rodi? Dan aku menyesal tidak bertanya kenapa kentut yang melesep (bahasanya @uchuuuuup yang entah saduran dari bahasa planet mana?) cenderung mengeluarkan bau yang busuk teramat sangat? Berawal dari penyesalan tersebut akhirnya aku mencari tahu seluk beluk kentut. Menurut artikel yang aku baca. Volume dan bau kentut yang kita keluarkan itu disebabkan makanan yang kita makan, telur dan daging mempunyai peran penting dalam menyebarkan aroma yang lebih layak jadi parfume embe, sedangkan kacang-kacangan adalah faktor yang menentukan besar atau kecilnya thunder yang kita hasilkan.
Sebenarnya banyak sekali faktor yang disebutkan di artikel tersebut, tapi aku masih tahu diri, aku khawatir kalau kentut dikupas secara tajam, setajam silet maka akan keluar dengan bukurnya (baca: e’ek), jadi lebih baik aku cukupkan bahasan tentang kentut ini. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s