Futur Akibat Maksiat

Maksiat yang dilakukan berulang-ulang membuat semangat keimanan kita menjadi berkurang, perlahan luntur. Yang tadinya suka shalat berjama’ah di Mesjid, jadi jarang ke mesjid. Yang tadinya rajin shalat tahajud, sekarang jadi ga pernah tahajud, yang tadinya bisa khatam membaca Al Qur’an berkali kali dalam sebulan, sekarang setahun sekali pun susah, atau banyak hal lainnya.

Saya pribadi merasakan hal demikian, kurangnya ghairah dalam beribadah, berbeda dengan ketika masih gadis. Kenapa ? Setelah saya melakukan kontemplasi, mungkin bisa jadi dikarenakan kebiasaan menumpuk perasaan negatif, emosi yang tidak tersalurkan, perasaan tersakiti tapi tidak terkomunikasikan karena khawatir menyakiti perasaan orang terdekat. Setiap hari semakin menggunung, sampai saya selalu menyelipkan dalam setiap do’a, berharap agar saya dijaga untuk tetap waras baik secara fisik dan terutama psikis. Saya merasa tertekan terutama oleh keinginan duniawi yang terasa sangat egois. Terkadang saya merasa semuanya terlalu sulit, terlalu berat, terlalu banyak kerikil yang saya injak, bahkan saya sempat berpikir untuk berhenti, mencari haluan lain atau mencoba berbalik arah. Alhamdulillah, Allah masih menjaga hati dan kewarasan saya.

Semoga perasaan negatif ini tidak menuntun saya melakukan kegiatan tak berbudi, walaupun sudah terasa gejalanya sekarang, seperti enggan bertegur sapa, ngobrol, bahkan bertatap muka (Astaghfirullah 😭).

Semoga Allah mengizinkan saya dan anak cucu saya menjadi orang yang selalu mendirikan shalat, berdiri tegak di jalan-Nya, jalan yang penuh ridho-Nya. Sesungguhnya hamba tahu, engkau memberi apa yang hamba butuhkan, maka mohon kuatkan hati ini. Aku percaya skenarioMU adalah yang terbaik, mohon beri hamba kesabaran.

Advertisements

Passive Income

Mengandung anak kedua membuat saya membatin, sampai kapan saya akan terus jadi karyawan? Cita-cita terbesar saya saat ini adalah menjadi Full Time Mother yang mandiri secara finansial dengan segudang aktivitas parenting, aktif di berbagai komunitas yang sesuai passion saya. Jujur, saya lelah menjadi buruh.

Oleh karena itu, saya mulai belajar bagaimana cara menghasilkan passive income. Hal pertama saya pelajari adalah memasang google-ads. Sayangnya youtube saya masih belum sukses dimonetisasi karena subscribersnya baru 31/1000 masih jauh banget hahahaha. Padahal viewnya lumayan. Yang sempat mampir ke channel youtube saya, jangan lupa subscribe ya, nanti saya subscribe balik deh xoxo :p

Continue reading

Firasat

Firasat memang susah untuk diabaikan. When test pack told me a negative result, i kept thinking that i am pregnant.

Di penghujung Mei 2018, saya kembali menstruasi untuk pertama kalinya setelah sekian lama dari sejak hamil yang pertama. Biar saya jelaskan lebih dulu, bahwa saya dan suami sebenarnya berkomitmen hendak menjaga jarak kehamilan. Mengingat saya melahirkan anak pertama secara sectio caesar, yang amannya minimal 2 tahun setelah operasi yang pertama. Tapi kami memutuskan untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi karena khawatir akan berpengaruh pada ASI (saya bercita-cita memenuhi hak anak pertama dengan mengASIhi sampai 2 tahun).

Kami menggunakan perhitungan masa subur menggunakan kalender sebagai KB alami. Tapi di tanggal krusial, kami out of control. It’s okay, saya pikir memenuhi kebutuhan suami adalah tanggungjawab istri daripada saya berdosa. Continue reading

Review Buku Berteman Dengan Demam

Penulis: dr. Arifianto, Sp. A dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: KataDepan
Cetakan Pertama, September 2017
x+250 hlm, 14 x 20 cm
ISBN 979-602-6475-76-3

“Anak Sakit, Tak Perlu Panik” kalimat pembuka dari buku langsung memberikan rasa optimis dan penasaran bagi saya sebagai pembacanya. Menghadapi anak sakit, bukanlah hal yang mudah. Rasa khawatir orang tua sering kali berakhir dengan keputusan kurang tepat, anak harus dirawat di rumah sakit, misalnya. Padahal, kondisi anak ternyata tidak memerlukan perawatan. Continue reading

Memilih Susu Formula yang Cocok untuk Bayi diatas 1 Tahun

Berhubung Habibi sudah menginjak 11 bulan, mamak sudah mulai mencari informasi tentang susu formula. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan cairan Habibi pun meningkat, sedangkan asi cenderung konstan bahkan menurun produksinya. Dan entah harus senang atau sedih, Habibi lebih suka asi dibandingkan dengan air putih.

Mamak berencana saat Habibi menginjak usia satu tahun nanti, akan memakai susu formula sebagai selingan asi. Tapi walaupun begitu, mamak tidak mau asal dalam pemberiannya, setelah browsing, ternyata ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh susu formula follow up (susu formula yang bisa dikonsumsi bayi di atas 1 tahun) sesuai dengan codex alimentarius.

Berikut syarat-syaratnya: Continue reading

Mencari Tahu Bakat Diri, Bekal Menjadi Ibu Produktif

Di NHW 7 Matrikulasi Institut Ibu Profesional, kami diajak untuk mengkonfirmasi potensi kekuatan dan kelemahan menggunakan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat. Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di http://www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ http://www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.

salah satu tools yang bisa dicoba adalah http://www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Bagi Anda yang ingin memakai fasilitas Free di temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini:

  1. Masuk ke http://www.temubakat.com
  2. Isi nama lengkap Anda dan isi nama organisasi: Ibu Profesional
  3. Jawab Questioner yang ada di sana, setelah itu download hasilnya
  4. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yang Anda rasakan selama ini.

Nah, berikut hasil temu bakat saya:

Picture1

Mari kita jabarkan, sesuai ga ya dengan yang saya rasakan selama ini? Continue reading