Dikhitbah, rasanya…

​Ya Allah, telah Engkau tunangkan aku tidak lain dengan ‘dia’ yang semoga mendekatkan dengan Engkau. Engkau satukan kami dalam majlis yang Engkau ridhai, aku hamba Mu yang tak punya apa-apa selain Engkau sebagai sandaran harapan. Engkau maha mengetahui apa yang tidak aku ketahui…

Pada 17 Juli 2016, Allah titipkan seorang calon teman perjalanan untuk mengembara di Bumi Allah, yang kelak semoga menuntunku menuju Negeri abadi, destinasi impian semua hamba-Nya. 
Alhamdulillah… Walaupun tak pernah ada kata “Would you love to marry me?” Atau “Please, be my bride!” Tapi bahagia rasanya. 
Pertemuan dua keluarga, yang awalnya aku berharap hanya perkenalan kedua keluarga inti berujung menjadi silaturahmi dua keluarga besar. Pertemuan yang sangat singkat, tanggal pernikahan pun langsung dibahas pada acara khitbah tersebut. 

Pengalaman dikhitbah ini diwarnai oleh suatu hal konyol. Cincin pertunangan kami tertinggal. Jadi tidak ada prosesi tukar cincin, sebagai gantinya, abang memberiku sebuah bunga, calla lily putih perlambang cinta yang tulus dan semoga abadi.
Semoga Allah mencukupkan ilmu kami untuk membina sebuah rumah tangga yang bisa menyejukkan dan menentramkan hati. Sebuah keluarga yang harmonis, penuh dengan cinta kasih, kebahagiaan serta harapan yang selalu membumbung dalam menjemput Ridho Allah dan keberkahan-Nya.

Semoga Allah meridhoi dan memudahkan setiap langkah kami dalam mempersiapkan pernikahan. 
Terima kasih mamah & mpa yang telah merestui kami. Do’a kalian dan keluarga besar teramat sangat berarti bagi kami. Semoga pernikahanku nanti bisa menjadi baktiku dan ladang amal untuk kalian. 

Gulma, am I?

Bagi sebagian orang, menonton di bioskop merupakan suatu hal yang jadi keharusan. Tapi bagiku berbeda, pun baginya.

Aku tidak terlalu suka menonton di bioskop, alasannya hanya satu, karena dia menjadikannya sebuah pelarian. Ketika aku memaksa untuk bertemu, tapi tak tahu harus pergi kemana, maka dia akan mengajakku ke bioskop. Menghindari panas, atau meminimalisir lelah yang dirasakannya ketika menemaniku berputar-putar. Aku yang tak suka diam. Aku yang selalu penasaran dengan hal-hal yang baru.

Padahal yang aku inginkan hanya  merasakan kedamaian di tengahnya sinisnya atmosfir bumi. Keangkuhan dunia ini sedikit banyak meracuni pikiranku, mencuri kebahagiaanku, dan berada dalam arus yang membawaku bermuara ke arahmu adalah hal yang aku tunggu.

Tapi mungkin bagimu, aku ini gulma yang menyita waktu istirahatmu, mengganggu konsentrasi pekerjaanmu. Andai kau tahu betapa aku membanggakanmu.

Should I Buy Your Time

Bagiku, tidak pernah ada perjalanan yang terlalu panjang, bersamamu. Empat tahun berlalu, dan puluhan tahun yang akan datang pun, aku masih sanggup menghabiskannya bersamamu.

Selama tiga tahun kita terpisah oleh jarak, aku tak pernah kesulitan untuk selalu jatuh cinta berulang-ulang kali kepadamu. Kamu tak perlu bertanya, apa yang membuat aku jatuh cinta sedemikian hingga kepadamu. Perhatianmu, luapan kasih sayangmu, your precious time, aku mendapatkannya lebih dari siapapun kala itu.

Tapi mungkin, aku terbiasa terlalu dimanjakan oleh perhatianmu. Sehingga kini, ketika waktumu tersita oleh profesimu, aku merasa cintaku tumbuh dengan prematur. Aku merasa perasaanku tak seutuh dulu. Aku lupa caranya bersyukur ketika dirimu begitu nyata di depanku.

Stay Hydrate with Plant Nanny

Plant Nanny ini merupakan aplikasi andorid yang bisa didownload gratis di play store. Dia merupakan aplikasi yang mengkombinasikan antara health dan fun. Aplikasi ini sangat cocok terutama buat kamu yang jarang minum air. Jadi selain berfungsi sebagai reminder, kita juga bisa menanam banyak tanaman lucu yang bisa tetap hidup dan tumbuh kalau kita minum air sesuai kebutuhan tubuh kita. Jadi si tanaman itu merupakan representasi tubuh kita.

Banyak sekali fitur menarik di dalamnya, seperti:
1. Banyak tanaman-tanaman lucu

image

2. Bisa ganti-ganti pot

image

3. Bisa milih volume air sesuai jumlah air yang masuk ke dalam tubuh kita

image

4. Scenenya ikut berubah, kalau sore ya sore kalau pagi ya pagi.

image

5. Ada drinking historynya jadi bisa memantau aktivitas minum kita

image

Kita bisa mengatur volume favorit atau jumlah volume air yang sering kita minum. Tapi kita juga bisa mengatur volumenya, caranya:
1. Scroll ke atas bagian homescreen plant nanny
2. Klik add
3. Pilih jumlah volume yang akan diadd, kemudian create.

image

Nah, pada umumnya kan kita tahu kalau tubuh kita memerlukan air 1,5 liter setiap hari, kan? Ternyata, kebutuhan tersebut disesuaikan dengan berat badan dan aktivitas kita loh…
Di plant nanny kita bisa tahu berapa volume air yang kita butuhkan.
Caranya tinggal input berat badan kita dan jenis aktivitas apakah ringan, sedang, atau berat.

image

Berat badanku terakhir ditimbang itu 44,0 kg hikssss dan aktivitas pekerjaanku termasuk yang sedang.

Bagaimana kita tahu kalau air yang kita minum sudah cukup atau belum?
Kita bisa melihatnya di setting, kemudian klik status, akan ditampilkan berapa jumlah air yang sudah kita minum sekaligus prosentasenya.

image

Kadang, karena padatnya aktivitas di kantor dan juga sebagai seseorang yang bekerja di laboratorium, tidak setiap waktu bisa minum. Tentunya karena pekerjaanku berkaitan dengan sampel-sampel yang infeksius jadi harus terus memakai sarung tangan. Hal itu membuat aku jadi sering lupa minum. Tapi plant nanny ini selalu mengingatkan aku untuk minum. Interval waktunya bisa diatur ko. Jadi setiap berapa lama sekali plant nanny akan memberi notif ke kita.

image

Nah, itu tanaman-tanaman aku, lucuuuuuukkk kan? Masih sedikit sih, tapi aku akan terus ngumpulin tanaman-tanaman lucu ini, sekaligus memenuhi kebutuhan air aku dong.

Orang Berkartu Nama Emas tidak selalu Menakutkan

Ini pertama kalinya mendatangi orang yang namanya tertera di kartu nama emas berlambang gigi. Kesehatan Gigi memang sensitif karena bisa menjalar kemana-mana. Tapi baru kali ini ketika sakit gigi tak tertahankan aku baru mau mendatangi dokter gigi. Ketakutan akan dokter Gigi memang stigma yang tidak mudah untuk dihapus.

Ada dokter gigi yang menjadi langganan teman-teman di Prodia Pluit. Keluarga Tukgali, yang terdiri dari 3 dokter, drg. Erna, drg. Devina, dan drg. Desya. Sekeluarga menjadi dokter Gigi, keren ya, jadi bisa buka praktik bareng.

Awalnya bingung karena tidak ada loket pendaftaran, hanya ada beberapa pasien yang mengantri menunggu giliran. Ketika bertanya kepada salah satu dari mereka, ternyata dia juga baru pertama kali dan tidak tahu. Aku pun duduk ikut mengantri. Di klinik ini, memang tidak ada loket pendaftaran, pasien dengan tertib mengingat urutan dan masuk sesuai giliran.

Entah berapa lama aku di sana, kalau tidak salah aku kebagian antrian ke-7 dan pasien masih terus bertambah. Drg yang bertugas ketika itu adalah drg. Erna dan drg. Desya. Antrian drg. Erna panjang sekali. Aku kebagian drg. Desya, orangnya masih muda dan cantik. Tidak memakan waktu lama, aku langsung dibaringkan di alatnya yang entah apa namanya, kemudian dokter memeriksa gigiku. Kesimpulannya sama dengan kecurigaanku, impaksi. Jadi Gigi geraham bungsu yang tumbuh tidak mendapat cukup banyak space sehingga dia mendesak gusi dan Gigi di sekitarnya. Yang membuatnya terasa sakit adalah sisa sisa makanan yang terperangkap di sana. Dokter mengatakan kalau aku harus operasi. Aku diresepkan obat, setelah tidak terasa sakit aku diharuskan melakukan rontgen panoramic di biomedika, baru kemudian datang lagi dengan membawa hasil rontgen untuk dioperasi.

Walaupun sudah dapat menebak, tapi mendengar hasilnya langsung dari dokter terasa mengejutkan. Kata dokter Gigi geraham bungsuku sebenarnya tegak, yang harus banget dioperasi itu yang giginya miring. Tapi tetap saja walaupun tegak nanti bisa menimbulkan sakit lagi.

Biaya konsultasi di sini, (tidak ada tindakan) sebenernya berharap gigiku bisa dibersihkan untuk mengurangi rasa sakitnya adalah Rp 50.000. Cukup terjangkau kan? 🙂

Dengan pertimbangan ini dan itu akhirnya aku memutuskan untuk tidak melakukan operasi. Dan sebaliknya akan lebih ketat menjaga kebersihan gigi. Mudah-mudahan si bungsu ga rewel lagi ya.

Rumah/tempat praktek:
Jl. Tomang Utara No. 5
Jakarta Barat 11440
Telp. 5661153-5672179

Jam praktek:
Setiap hari Pk. 16.30 – 21.00
(Drg. yang bertugas berbeda-beda setiap harinya)

Membaca Semakin Mudah dengan IJakarta

Salah inovasi baru dari pemerintah kota Jakarta adalah dengan menyediakan perpustakaan digital yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Namanya Ijakarta app, teman-teman tinggal mendownloadnya di playstore. Oh, ya, ini tidak hanya diperuntukan bagi warga Jakarta saja, tapi semua orang juga bisa mengaksesnya.

image

Sistem Ijakarta ini sama seperti pada perpustakaan pada umumnya. Kita harus mempunyai akun dulu dengan mendaftar menggunakan email atau akun facebook. Setelah terdaftar baru kita bisa mengakses aplikasinya. Sebelum meminjam kita harus memfollow beberapa epustaka yang menyediakan buku. Kita bisa meminjamnya selama jangka waktu tertentu sesuai keterangan dari perpustakaan. Jika melebihi batas waktu pinjam, maka buku tersebut akan otomatis hilang dari rak buku kita dan kita harus meminjam ulang. Jika ada orang yang sedang membaca buku tersebut, maka kita harus antri. Rata-rata buku populer antriannya sangat panjang.

image

Kita bisa mengedit profile kita seperti menambah avatar, menambahkan deskripsi tentang kita. Di sini juga ada status semacam di kaskus seperti newbie, bookworm, dan sosializer.

image

Untuk isi dari aplikasi ini sendiri sudah cukup innovatif, yaitu terdiri dari:

1. Koleksi
Berisi kategori buku yang dibagi menjadi rekomendasi, terbaru, terpopuler, dan buku (ada buku agama, alam, bahasa, fiksi, fotografi, sains, dan masih banyak banget, puas deh pokoknya).

image

2. Epustaka
Ini merupakan perpustakaan yang menyediakan buku untuk dipinjam. Contohnya ada Arsip, kedutaan, komunitas, pemerintahan, pendidikan, tokoh (contohnya Ahok Pustaka).

image

3. Home
Sama seperti home pada umumnya, berisi news feed tentang aktivitas user lain.

image

4. Rak buku
Berisi buku yang sedang kita pinjam, buku yang kita antri pinjam, dan juga riwayat peminjaman.

image

5. Notifikasi
Ini berisi pemberitahuan contohnya jika buku yang kita sudah antri available to read maka akan ada notifikasi masuk.

image

Gimana? Keren, kan? Sekarang untuk yang rumahnya jauh dari perpustakaan gausah berkecil hati, karena ada banyak jalan menuju Roma.

Cara Asyik Menikmati Kopi di The Reading Room

Ketika ada yang berkata “Jika peluru hanya menembus satu kepala, maka tulisan bisa menembus jutaan kepala” faktanya itu adalah benar. Dan aku adalah salah satu korban yang tertarik untuk berkunjung karena tulisan yang mengulas tentang The Reading Room.

Pagi-pagi langsung ngechat temen SMA dulu, namanya Nursita sari. Nur sebenarnya lagi sibuk skripsi tapi pas aku ajak ke The Reading Room dia juga excited setelah melihat reviewnya di Zomato, asyiiikkk! Sekalian reuni hampir 4 tahun ga ketemu. Sorenya langsung deh ketemuan di The Reading Room.

image

Continue reading